Berita

Pesawat N219/Net

Nusantara

Pesawat N219 Berhasil Peroleh Type Cerificate, Chappy Hakim Ingatkan Pengalaman CN235

SENIN, 28 DESEMBER 2020 | 16:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia berhasil menorehkan prestasi lain di penghujung tahun 2020. Pesawat karya anak bangsa, N219, secara resmi telah memperoleh Type Certificate.

Pesawat N219 merupakan hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Type Certificate sendiri diberikan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasion Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI.


Sertifikasi diberikan setelah N219 menjalani serangkaian tes, termasuk Flight Cycle dan Flight Hours. Prototipe 1 dari N219 berhasil melakukan 250 putaran untuk Flight Cycle, dan 275 jam untuk Flight Hours. Sementara Prototipe 2 dari N219 berhasil melakukan 143 putaran untuk Flight Cycle dan 176 jam untuk Flight Hours.

"Sehingga total pesawat N219 telah menyelesaikan 393 Flight Cycle dan 451 Flight Hours dalam proses sertifikasi ini," jelas Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan pada Senin (28/12).

Menanggapi keberhasilan N219 mendapatkan Type Certificate, KSAU periode 2002-2005 Chappy Hakim memberikan apresiasinya.

"Selamat dan sukses kepada PTDI dan Lapan, beserta jajarannya. Semoga Indonesia dapat juga berjaya di dirgantara," ujar Chappy dalam Talkshow Aero Summit 2020 pada Senin.

Chappy menuturkan, industri dirgantara memang bukanlah hal yang mudah, karena memerlukan perencanaan yang matang berjangka panjang dan harus konsisten dalam pelaksanaannya di lapangan. Terlebih industri itu juga memerlukan dana yang tidak sedikit.

"Bersyukur kita telah melewati tahap sertifikasi Type Certificate pesawat buatan sendiri walau sudah tertunda beberapa kali," lanjutnya.

Meski begitu, Chappy mengingatkan, keberhasilan tersebut tidak boleh menjadikan Indonesia berpuas diri. N219, menurutnya, tidak boleh selesai pada tahap produksi, melainkan juga penjualan.

Terkait penjualan, Chappy menyoroti quality control dan ketersediaan duku cadang yang pasar tertarik. Pasalnya, kekurangan suku cadang membuat CN235 tidak bisa bertahan.

"Jangan lupa, pengalaman telah memberikan kita pelajaran yang sangat berharga untuk tidak berulang, bahwa kebanggaan kiranya tidak berhenti kepada kemampuan membuat saja, akan tetapi kita harus arahkan kebanggaan itu juga kepada proses pengendalian mutu, quality control dari out-put product  dan ketersediaan suku cadang berkait jaminan 'after sales service'," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya