Berita

Presiden Donald Trump/Net

Dunia

Trump Akhirnya Teken RUU Bantuan Covid-19 Dan Paket Stimulus, Nilainya Lebih Dari 2,3 Triliun Dolar

SENIN, 28 DESEMBER 2020 | 11:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menandatangani undang-undang bantuan Covid-19 dan pendanaan lainnya. Penadatanganan itu melegakan semua orang setelah mengalami penundaan hampir satu minggu di bawah tekanan dari semua sisi.

Bantuan senilai 2,3 triliun dolar AS, di mana yang 900 miliar dolar-nya dialokasikan untuk bantuan virus corona dan sisanya untuk pengeluaran pemerintah hingga September mendatang, ditandatangani pada Minggu (27/12) waktu setempat, menurut laporan Gedung Putih.

Bantuan itu akan memperluas manfaat bagi jutaan orang Amerika yang berjuang menghadapi pandemi. Namun, sebelumnya, Trump menyebut RUU itu adalah "aib" setelah disahkan di DPR dan Senat, yang membatasi negosiasi berbulan-bulan di mana Trump tidak banyak terlibat.


RUU itu diterbangkan dari Washington ke klub Mar-a-Lago di Florida agar tersedia jika Trump memutuskan untuk menandatanganinya menjadi undang-undang, seperti dikutip dari Euro News, Senin (28/12).

Trump telah mengkritik undang-undang tersebut. Bahkan, pada hari Sabtu Trump mengindikasikan keberatannya terhadap undang-undang itu.

Tanpa tanda tangan Trump atau pengesahan, penutupan sebagian pemerintah akan dimulai tak lama setelah tengah malam.  Peningkatan tunjangan pengangguran dan perlindungan penggusuran telah berakhir pada Minggu pagi.  

Trump, yang akan meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari setelah kalah dalam pilpres November lalu, akhirnya mundur dari ancamannya untuk memblokir RUU tersebut. Ia meneken RUU yang telah disetujui oleh Kongres pekan lalu, setelah mendapat tekanan kuat dari anggota parlemen di kedua belah pihak.

Trump tidak menjelaskan mengapa dia baru memutuskan untuk menandatangani RUU tersebut sekarang. Namun, beberapa jam sebelumnya, dia mencuit di akun Twitter-nya akan ada "kabar baik".

"Kabar baik tentang COVID Relief Bill. Ikuti informasi!," cuit Trump pada Minggu malam sebelumnya, tetapi dia tidak memberikan penjelasan.

Paket tersebut juga mencakup pendanaan darurat sebesar 1,4 triliun dolar AS atau sekitar Rp 19.740 triliun untuk lembaga federal AS.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya