Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Begini Analisa Pelarian Politik Pendukung Sandi Ke AHY Usai Gabung Kabinet Jokowi

SENIN, 28 DESEMBER 2020 | 04:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dipinangnya Sandiaga Salahudin Uno oleh Presiden Joko Widodo sebgai Menteri Pariwisata dan ekonomi kreatif (Menparekraf) disebut memberikan keuntungan politik bagi Agus Harimurti Yudhoyono.

Demikian analisa Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (27/12).

Menurut Dedi, secara politik para pendukung akan otomatis menarik dukungan politiknya usai Sandi mengikuti jejak Prabowo menjadi anak buah Jokowi di kabinet Indonesia Maju.


Alasan mengapa mantan pendukung Sandi beralih ke Ketua Umum Partai Demokrat itu dikarenakan alasan sosok putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono merupakan generasi muda.

Selain itu, saat ini AHY merupakan tokoh politik yang masih konsisten berada di barisan luar pemerintah.
 
"AHY misalnya, akan menjadi pelarian pendukung Sandiaga, dengan pertimbangan sesama generasi muda, dan berada di luar pemerintah, bahkan AHY memiliki mesin politik sendiri yakni Demokrat," demikian analisa Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (27/12).

Dedi bahkan melihat selain AHY, ada beberapa tokoh yang memungkinkan menjadi pelabuhan politik baru bagi mantan pendukung Sandiaga Uno.

Beberapa tokoh diantaranya, Mensos Tri Rismaharini dan juga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

"Tokoh lain yang mungkin terimbas peralihan dukungan Sandiaga, Rismaharini atau bahkan Tito Karnavian yang sejaub ini telah memiliki benih elektabilitas, meskipun belum signifikan," demikian kata Dedi.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya