Berita

Rapid Test oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bandung/RMOLJabar

Nusantara

Selama Libur Nataru, Pemkot Bandung Masifkan Rapid Test Kepada Wisatawan

MINGGU, 27 DESEMBER 2020 | 00:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebagai upaya pencegahan terjadi klaster libur akhir tahun, Pemerintah Kota Bandung memasifkan rapid test antigen selama libur Natal dan Tahun Baru.

Pemkot menugaskan Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan rapid test di tempat-tempat yang berpotensi didatangi wisatawan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, pemeriksaan cepat itu dilakukan secara acak kepada para wisatawan. Baik di hotel, di terminal, maupun warga lokal yang berkunjung ke pusat-pusat perbelanjaan.


"Kalau untuk pelaku perjalanan kita sudah mulai di Terminal Leuwipanjang. Baik yang berangkat atau yang datang,” ucap Ahyani di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Sabtu (26/12).

Ahyani menambahkan, pada hari ini kegiatan tes cepat antigen menyasar hotel-hotel yang ada di Kota Bandung. Menurutnya, terkait sasaran hotel, pihaknya telah berkolaborasi dengan Disbudpar.

"Sebelum Hotel Aryaduta, kita laksanakan di Hotel Four Points, lalu ke Hotel Best Western La Grande, untuk hotel Disbudpar yang menunjuk," paparnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Ahyani memastikan pemeriksaan dilakukan secara acak baik kepada pendatang yang belum memiliki surat hasil pemeriksaan antigen dan kepada yang sama sekali belum diperiksa. Pemeriksaan ini juga diberikan secara gratis.

“Kita random. Kita juga perlu mengonfirmasi. Nanti akan kita evaluasi,” jelasnya.

Ahyani juga memastikan akan menyasar tempat wisata lainnya di Kota Bandung bersama Disbudpar Kota Bandung.

Dia mengingatkan kepada masyarakat untuk melakukan pertimbangan dengan baik sebelum datang ke Bandung. Sebab, dari pengalaman sebelumnya bahwa penambahan kasus Covid-19 secara signifikan terjadi setelah libur panjang.

“Prediksi epidemiologi begitu. Waktu liburan Oktober saja, kita masih menyelesaikan hasil liburan panjang itu sampai dengan sekarang," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya