Berita

Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, bisa meraih dampak positif dari masuknya Prabowo-Sandi ke kabinet Jokowi-Maruf/Net

Politik

Prabowo-Sandi Masuk Kabinet, IPO: Elektabilitas AHY Untuk 2024 Bisa Makin Meningkat

MINGGU, 27 DESEMBER 2020 | 00:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masuknya mantan calon presiden dan calon wakil presiden 2019, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, ke dalam kabinet Joko Widodo-Maruf Amin dinilai menguntungkan elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk gelaran Pemilu 2024 mendatang.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Sabtu (26/12).

"Secara politis, masuknya Sandiaga Uno menyusul Prabowo Subianto menguntungkan rival mereka, termasuk AHY, bisa jadi mendapat imbas elektabilitas baru," jelas Dedi Kurnia Syah.


Menurut Dedi, masuknya Prabowo dan Sandi di kabinet Jokowi-Maruf itu setidaknya mengandung dua tafsir politik.

Pertama, Sandiaga terjebak dengan popularitasnya sendiri, peluang karier politiknya menyempit dibanding saat berada di luar pemerintah. Persis seperti Prabowo yang berangsur kehilangan elektabilitas, bahkan Gerindra di Pilkada 2020 alami kekalahan signifikan.

"Sandiaga tidak belajar bagaimana gelombang protes loyalis pada Prabowo saat menerima ajakan bergabung pemerintah, maka hal semacam itu sangat mungkin tereplikasi ke Sandiaga, potensi ditinggalkan pendukung terbuka," urainya.  

Kedua, menurut Dedi, masuknya dua rival Jokowi di Pilpres 2019 lalu ke kabinet itu menjadi penanda kemenangan total Presiden Jokowi, sekaligus menggerus kepercayaan Prabowo-Sandiaga di 2024.

"Dengan kondisi itu, AHY berpeluang menggaet simpati publik karena konsistensinya berada di luar pemerintahan. Prabowo atau Sandi jelas semakin sulit memupuk kepercayaan penerintah, terlebih jika keduanya tidak menonjol di kabinet," kata pengamat politik dari Universitas Telkom ini.

"Bahkan, AHY bisa saja membangun tren peningkatan elektabilitas, sementara Prabowo-Sandi menghadapi penurunan," demikian Dedi Kurnia Syah.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya