Berita

Walikota Bandung, Oded M Danial, saat meninjau sejumlah titik di Kota Bandung yang sempat terendam banjir/RMOLJabar

Nusantara

Soal Banjir Di Jalan Pasteur, Begini Jawaban Walikota Bandung

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 13:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hujan lebat yang melanda Kota Bandung pada Kamis sore (24/12) membuat Jalan Dr Djunjunan (Pasteur) terendam. Rendaman air bahkan hampir membuat salah satu mobil tenggelam.

Walikota Bandung melakukan peninjauan langsung ke jalan Djunjujan (Pasteur) pada Jumat pagi (25/12). Menurutnya, rendaman air yang terjadi kemarin merupakan dampak dari hujan lebat dengan intensitas tinggi.

"Kalau hujannya seperti sebelumnya, yang debit airnya tidak terlalu besar, saya kira sudah bagus (aliran sungai memadai). (Banjir) ini karena terlalu besar saja (hujan)," jelas Oded di Jalan Dr Djunjujan, Jumat (25/12).


Oded mengklaim, keberadaan sumber-sumber resapan air berdampak pada meningkatnya resapan air. Menurutnya, genangan air akibat hujan lebat pada kemarin sore tidak berlangsung lama.

"Sekarang di sini (Jalan Djunjunan), ternyata alhamdulillah walaupun ada genangan air, tapi relatif lebih cepat (surut) dari sebelumnya. Ini mungkin karena kita telah buat kolam retensi dan segala macam akhirnya lebih cepat surut," tuturnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Oded menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai cara untuk mengentaskan persoalan banjir di Kota Bandung. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang menggarap program sumur imbuhan dalam sebagai salah satu upaya penanganan banjir di Kota Bandung.

"Kita sekarang dengan Kadis PU sedang mengupayakan selain tol air, kita sedang mengupayakan sumur imbuhan dalam. Artinya, upaya-upaya untuk penanganan banjir ini terus kita lakukan dengan berbagai metodologi," tambahnya.

"Saya sudah menyampaikan imbauan kepada aparat kewilayahan kecamatan, dari awal sebelum awal musim hujan, masyarakat harus waspada dan hati-hati menghadapi musim penghujan ini, terutama yang di bantaran sungai," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya