Berita

Sandiaga Salahuddin Uno/Net

Politik

Ideologi Sandiaga Uno Sudah Bergeser Jika Kali Ini Menerima Tawaran Kursi Menteri

SELASA, 22 DESEMBER 2020 | 15:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masuknya nama Sandiaga Salahuddin Uno dalam bursa caon menteri dalam rencana reshuffle Kabinet Indonesia Maju menunjukkan ada pergeseran ideologi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Sandiaga Uno yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pengusaha ingin menggeser stereotipe sebagai politikus agar bisa melakukan perubahan dalam skala yang lebih luas. Padahal sebelumnya, Sandiaga selalu menolak tawaran kursi menteri.

"Dia sudah bergeser (dari pengusaha) jadi seorang politikus," kata Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari dalam serial diskusi daring Ngobrol Bareng Bang Ruslan bertajuk 'Reshuffle Berskala Besar', Selasa (21/12).


Ketika Sandiaga yang berlatarbelakang pengusaha lalu bergeser menjadi seorang politikus, jelas Qodari, secara otomatis Sandiaga beranggapan bisa mengeksekusi hal yang lebih besar lagi.

"Sebagai seorang politikus, jabatan pemerintahan entah itu legislatif yang dan yudikatif itu yang dituju, yang menarik bagi beliau adalah eksekutif. Karena dengan begitu bisa mengeksekusi, ibaratnya jadi CEO," paparnya.

Dalam bursa reshuffle kabinet pemerintahan Jokowi-Maruf, Sandiaga diprediksi akan mengisi salah satu kursi kementerian. Dari informasi Qodari, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu kemungkinan akan masuk menggantikan posisi Wishnutama Kusubandio di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Yang buat saya masih dinamis ini Menparekraf (diisi) Sandiaga Uno. Karena saya dengar kabar ada potensi S, ada kemungkinan diganti S yang lain," tandas Qodari.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya