Berita

Pengamat hubungan internasional Teguh Santosa dalam diskusi virtual yang digelar Kantor Berita RMOL Sumut pada Jumat, 18 Desember 2020/RMOL

Dunia

Indonesia Jangan Banyak Berharap Pada Joe Biden, Nanti Kecewa

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 11:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat (AS) menjadi daya tarik seluruh dunia, tidak terkecuali bagi Indonesia.

Sejak awal pemilihan, publik di Indonesia mengikuti perkembangan politik AS yang mempertarungkan petahana, Presiden Donald Trump dan lawannya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Berdasarkan hasil Electoral College pada Senin (14/12), Biden telah dinyatakan memenangkan pemilihan, menggeser Trump dari singgasananya di Gedung Putih.


Kemenangan Biden sendiri seakan menjadi harapan bagi banyak negara yang dikecewakan dengan kebijakan luar negeri Trump.

Tetapi dalam diskusi virtual bertajuk "Prahara Cinta Segitiga Indonesia-China-Amerika" yang digelar Kantor Berita RMOL Sumut pada Jumat (18/12), pengamat hubungan internasional Teguh Santosa mengingatkan, publik tidak boleh melupakan satu hal penting.

"Orang berharap ada koreksi terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, di kawasan kita lah. Tapi satu hal yang harus kita garisbawahi, mereka adalah presiden Amerika Serikat," kata Teguh sembari menyebutkan nama beberapa presiden terakhir AS.

"Nah sebagai presiden AS, mereka tentu akan mengedepankan dan memperjuangkan agenda kepentingan nasional AS," tambahnya.

Dengan begitu, dosen hubungan internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu mengingatkan agar Indonesia tidak menyimpulkan arah kepemimpinan Biden.

"Jangan berpikir tiba-tiba (AS) akan pro ini pro itu. Kalau kita tidak menggarisbawahi hal ini, saya khawatir kita kecewa lagi," tuturnya.

Teguh pun menyoroti bagaimana publik Indonesia menyambut kemenangan Barack Obama. Ketika itu Obama disambut seakan "Presiden Dunia", alih-alih presiden AS.

"Padahal tidak, dia presiden Amerika Serikat dan tentu dia mengedepankan kepentingan Amerika Serikat," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya