Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tim Astronom Temukan Sinyal Radio Di Planet Luar Tata Surya

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 09:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sekelompok astronom menerbitkan temuannya yang menunjukkan adanya sinyal radio dari planet yang berada di luar tata surya untuk pertama kalinya.

Temuan yang diterbitkan di jurnal Astronomy & Astrophysiscs itu merekam secara rinci semburan radio yang berasal dari planet estrasurya jauh yang terletak di konstelasi Bootes.

Penelitian yang dipimpin oleh astronom dari Cornell University, Paris Sciences et Lettres University dan Université d'Orléans itu berpotensi menjadi terobosan.


Dimuat Sputnik pada Jumat (18/12), mereka menggunakan sebuah jaringan teleskop radio besar di Belanda, Low Frequency Array.

Menurut para astronom, mereka pada awalnya memulai penelitian dengan mengamati Jupiter. Mereka mulai lebih memahami hubungan antara sinyal radio dan medan magnet planet.

"Kami belajar dari Jupiter seperti apa jenis deteksi ini. Kami pergi mencarinya dan kami menemukannya," ujar penulis utama studi tersebut, Jake Turner.

Setelah menjelajahi hampir 100 jam pengamatan radio, tim mengamati emisi radio dari exoplanet bintang orbitgin menuju konstelasi sistem Cancer, Bootes dan Upsilon Andromedae. Namun, pada akhirnya Bootes lah yang terbukti paling menarik bagi para astronom.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, para peneliti menentukan bahwa hanya sistem planet ekstrasurya Tau Bootes, yang terletak sekitar 50 tahun cahaya lebih, yang menunjukkan tanda radio penting yang memungkinkan mereka memperoleh wawasan lebih jauh tentang planet ini melalui medan magnetnya.

Turner menjelaskan, medan magnet planet memungkinkan para astronom untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang interior planet dan sifat atmosfer, mencatat bahwa medan magnet Bumi berfungsi sebagai pelindung dari angin matahari, memungkinkannya untuk dihuni.

Tim kemudian mengatakan, sinyal radio yang berasal dari Tau Bootes memiliki kekuatan sekitar 5 hingga 11 gauss, setara dengan yang terdeteksi di Jupiter. Artinya, inti planet itu terbuat dari hidrogen metalik.

"Kami menyajikan salah satu petunjuk pertama untuk mendeteksi eksoplenet di ranah radio," kata Turner.

"Kami membuat kasus emisi oleh planet itu sendiri. Dari kekuatan dan polarisasi sinyal radio dan medan magnet planet, ini kompatibel dengan prediksi teoritis," lanjutnya.

Karena sinyal juga dianggap lemah, kelompok mencatat dalam temuannya bahwa ada kemungkinan emisi berasal dari tempat lain.

Saat ini Turner dan timnya melakukan penelitian menggunakan beberapa teleskop radio untuk menindaklanjuti sinyal yang terdeteksi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya