Berita

Uji klinis Nanocovac yang dikembangkan oleh Nanogen di Vietnam/Net

Dunia

Vaksin Lokal Buatan Vietnam Mulai Masuki Uji Klinis Pada Manusia

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 07:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perusahaan farmasi Vietnam, Nanogen, sudah memasuki uji klinis pada manusia untuk vaksin Covid-19 yang mereka kembangkan, Nanocovac.

Uji klinis itu dimulai di Hanoi pada Kamis (17/12). Tiga relawan mendapatkan suntikan vaksin dan akan dipantau selama 72 jam di Universitas Kedokteran Militer Vietnam.

Nanogen merupakan satu dari empat perusahaan yang mengembangkan vaksin Covid-19 di Vietnam.


Mengutip perwakilan perusahaan, AFP memuat, vaksin itu memakan biaya sekitar 5 dolar AS atau setara dengan Rp 70 ribu per dosis.

Nguyen Ngo Quang dari kementerian kesehatan mengatakan 60 peserta akan menerima vaksin pada tahap pertama uji coba.

Direktur Universitas Kedokteran Militer Vietnam, Do Quyet mengatakan personel medis telah dipersiapkan dengan baik jika ada peserta yang mengalami efek samping bermasalah.

"Kami semua berpikir bahwa Covid-19 adalah musuh kami, jadi kami bersiap untuk pertempuran. Kami harus bersiap dengan sangat hati-hati dan kami harus memenangkan (pertempuran ini)," ujarnya.

Vietnam merupakan satu dari segelintir negara di dunia yang dipuji atas penanganannya terhadap pandemi. Sejauh ini, Vietnam berhasil menekan kasus hingga kurang dari 1.500, dengan 35 kematian.

Kemajuan pengembangan vaksin yang dilakukan oleh Vietnam itu muncu ketika banyak negara tengah berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin.

Para peneliti dari Johns Hopkins menunjukkan, negara-negara kaya yang hanya 14 persen dari populasi global sudah memesan lebih dari setengah jumlah vaksin yang diproduksi oleh 13 pengembang terkemuka pada tahun depan.

Menurut para peneliti, Kanada sudah memesan setara dengan empat dosis vaksin per orang. Sementara Amerika Serikat punya cadangan khusus satu vaksin per orang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya