Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengadilan Prancis Jatuhkan Hukuman Seumur Hidup Pria Maroko Atas Serangan Kereta Tahun 2015

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 05:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Prancis menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pria Maroko, Ayoub El Khazzani, pada Kamis (17/12) atas serangan teror di kereta internasional pada tahun 2015 lalu. Tiga orang kawanan Khazzani juga dihukum dengan kurungan masing-masing antara tujuh dan 27 tahun.

Khazzani mengaku menyesal saat putusan dibacakan. Pengadilan mengatakan Khazzani melakukan "serangan tanpa pandang bulu" yang -jika berhasil- akan sangat mematikan.

Namun, situasi saat itu tidak memungkinkan upayanya berjalan mulus karena mendadak senjatanya macet, ditambah dengan keberanian penumpang yang luar biasa yang melawannya termasuk tentara AS yang berada di dalam kereta itu yang sedang tidak bertugas.
"Saya menyesal sampai ke lubuk hati saya," kata Khazzani, seperti dikutip dari AFP, Kamis (17/12). "Apa yang saya lakukan membuat saya hancur."

"Saya menyesal sampai ke lubuk hati saya," kata Khazzani, seperti dikutip dari AFP, Kamis (17/12). "Apa yang saya lakukan membuat saya hancur."

Dia berargumen bahwa meskipun bersenjata lengkap dengan senapan otomatis AK-47 dan 300 butir amunisi, dia membatalkan rencana serangan tersebut di detik-detik terakhir karena dia tidak dapat membunuh orang.

Namun jaksa penuntut mengatakan, batalnya serangan itu karena senjatanya yang rusak serta keberanian para penumpang yang sanggup menghentikan aksinya di dalam kereta berpenumpang 150 orang itu.

Khazzani mengaku dia melakukan serangan di bawah perintah Abdelhamid Abaaoud dari Belgia, yang diyakini sebagai salah satu dalang di balik serangan berdarah November 2015 terhadap bar dan restoran di Paris, untuk membunuh tentara Amerika di kereta.

Abaaoud sendiri dibunuh oleh polisi di pinggiran kota Paris lima hari setelah dia menembak tanpa pandang bulu di teras kafe yang penuh sesak di Paris pada malam serangan 13 November di ibu kota Prancis.

Serangan mengerikan di kereta Thalys berkecepatan tinggi Amsterdam-Paris telah menginspirasi film 2018 "The 15:17 to Paris" yang disutradarai oleh legenda Hollywood Clint Eastwood.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya