Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Gelombang Monster Setinggi 16 Meter Ancam Fiji, Penduduk Diminta Segera Mengungsi Ke Dataran Tinggi

KAMIS, 17 DESEMBER 2020 | 18:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kantor Manajemen Bencana Nasional Fiji meminta penduduk yang tinggal di desa pesisir untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi pada Kamis (17/12) waktu setempat, di tengah prediksi bahwa topan super Yasa akan menghasilkan gelombang monster setinggi 16 meter (52 kaki) ketika menghantam negara kepulauan Pasifik itu.

Badai kategori lima dengan skala teratas itu terus mengumpulkan kekuatan saat menderu menuju Fiji, dengan hembusan angin mencapai 325 kilometer per jam (200 mph).

Yasa diperkirakan akan mendarat pada Kamis (17/12) malam waktu setempat, sementara banjir sudah meluas di negara berpenduduk 900 ribu jiwa itu. Banjir juga telah memutus jalan dan membuat warga setempat terisolasi.


"Angin yang merusak kemungkinan akan dimulai beberapa jam sebelum pusat siklon melewati atas atau di dekatnya," kata Kantor Manajemen Bencana Nasional, seperti dikutip dari AFP, Kamis (17/12).

"Penduduk pesisir harus mengantisipasi gelombang badai dengan gelombang setinggi 16 meter," lanjutnya.

Otoritas setempat juga telah membuka pusat evakuasi untuk mengantisipasi kerusakan yang meluas pada skala Topan Winston pada Februari 2016, yang menewaskan 44 orang dan menghancurkan puluhan ribu rumah.

Sekolah dan transportasi umum ditutup, sejumlah pegawai negeri juga telah diminta tinggal di rumah selama sisa hari kerja.

"Kami tidak ingin ada orang yang kehilangan nyawanya di luar sana," kata asisten komisaris polisi Abdul Khan.

"Kami akan berada di sini untuk melindungi Anda. Tolong tanggapi ini dengan serius dan biarkan kami bersiap untuk skenario terburuk," lanjutnya.

Peringatan tersebut diindahkan di Suva, di mana daerah pusat kota hampir ditinggalkan pada Kamis (17/12).

"Ini seperti kota hantu. Tidak akan ada bisnis di sini hari ini," kata seorang pekerja kantor kepada AFP.

"Sekarang tenang, tapi menakutkan karena kita tahu (badai) itu akan datang."

Layanan meteorologi yang bermarkas di Selandia Baru, Weatherwatch, mengatakan Yasa adalah salah satu topan terkuat yang tercatat di Pasifik Selatan, yang mampu memotong petak kehancuran selebar 300 kilometer.

"Badai ini memiliki kemampuan untuk membanjiri seluruh pulau, menggenangi seluruh komunitas pesisir, menghapus beberapa pulau kecil dari peta seluruhnya," kata direktur pelaksana Weatherwatch Philip Duncan.

Save the Children mengatakan bahwa mereka telah memetik pelajaran dari badai Winston yang melanda pada 2016 dan warga Fiji menganggap serius persiapan siklon.

"Kami telah melihat orang-orang menimbun barang dan persediaan makanan penting," kata kepala badan bantuan Fiji Shairana Ali.

"Orang-orang menimbun persediaan air karena ada peringatan dari Otoritas Perairan Fiji bahwa orang tidak akan memiliki persediaan air yang layak selama setidaknya 10 hari," lanjutnya.

Perbatasan Fiji tetap ditutup karena pandemi virus corona, yang menurut Ali dapat menjadi tantangan bagi upaya bantuan internasional.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya