Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Mantan Diplomat AS Sarankan Biden Lanjutkan Kebijakan Trump Soal Taiwan

KAMIS, 17 DESEMBER 2020 | 18:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan diplomat AS Patrick Mendis meminta pemerintahan Biden yang akan datang untuk melanjutkan kebijakan Presiden Trump untuk Taiwan.

Hal itu disampaikan Mendis dalam sebuah artikel bertajuk ‘Leave Donald Trump’s Triumphant Taiwan Policy Alone’ yang terbit di The National Interest.

Dalam artikel yang terbit pada Sabtu (12/12) itu, Mendis mencatat bahwa keputusan Biden yang tidak membuang waktu untuk mengumumkan tim yang terdiri dari alumni dari pemerintahan Obama, menunjukkan bahwa ia mungkin berniat untuk membatalkan banyak program dan kebijakan pemerintahan Trump.


“Pemerintahan yang akan datang tidak boleh membatalkan hal-hal yang ‘benar’ yang dilakukan Trump, terutama terkait kebijakan AS di Taiwan, seperti dikutip dari Taiwan News, Kamis (17/12).

Mantan diplomat itu menjelaskan bahwa buku pedoman ‘seni kesepakatan’ Trump berhasil dalam konteks Taiwan karena para penasihatnya mengetahui signifikansi yang ditempatkan China pada masalah Taiwan. Kebijakan Trump untuk meningkatkan pertukaran diplomatik dan penjualan senjata ke negara itu sangat efektif.

“Apa yang perlu ditanyakan oleh tim Biden yang baru adalah mengapa Beijing begitu terpaku pada Taiwan dan apa artinya peran Taiwan dalam strategi Amerika sendiri di Indo-Pasifik,” kata Mendis.

Tantangan terbesar bagi Biden, katanya, adalah ‘melihat melampaui bahasa’ yang sering digunakan dalam narasi tentang apa yang disebut China sebagai “masalah Taiwan”.

Mendis menambahkan bahwa komitmen AS untuk membela Taiwan tidak boleh lagi dilihat sebagai subordinasi kepentingan Amerika terhadap nilai-nilai pendiri dan cita-cita demokrasi atau alat tawar-menawar selama negosiasi perdagangan dan investasi dengan China. Taiwan sekarang menjadi ‘penting’ bagi AS, katanya.

“Presiden Biden harus ‘mengikuti jalan’ yang ditetapkan oleh Trump,” kata Mendis, “karena akan naif bagi AS untuk berharap strategi niat baik era Obama dapat meredakan keinginan Presiden Xi untuk mengambil alih Taiwan,” lanjutnya.

Mantan diplomat itu menyimpulkan bahwa dengan mengikuti jejak Trump dan melibatkan lebih banyak sekutu dalam masalah Selat Taiwan, Biden akan dianggap jauh lebih tangguh daripada pendahulunya di wilayah tersebut.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya