Menkes Israel Yuli Edelstein/Net
Menteri Kesehatan Israel Yuli Edelstein mengaku khawatir dengan banyaknya disinformasi tentang vaksin Covid-19, yang menurutnya itu sangat berbahaya bagi keselamatan banyak orang.
Edelstein pada Rabu (16/12) waktu setempat mengkritik sebagian warga Israel yang menyebarkan berita palsu dan klaim tak berdasar tentang vaksin virus corona, dengan mengatakan vaksinasi dapat menyebabkan orang meninggal. Selain menyebar hoaks mereka juga menolak untuk vaksinasi.
Pada pengarahan di Komite Tenaga Kerja, Kesejahteraan, dan Kesehatan Knesset, Edelstein mengatakan dia tidak memiliki kekhawatiran tentang keamanan vaksin Pfizer atau Moderna.
“Mereka telah diuji dengan segala cara yang mungkin. Dokter top yang saya ajak bicara mengonfirmasi keamanan mereka," katanya, seperti dikutip dari
Times Of Israel, Kamis (17/12).
Selain soal keamanan, Edelstein juga mengatakan bahwa dia tidak khawatir tentang logistik.
“Tugas utama saya adalah melawan berita palsu selama beberapa minggu dan bulan ke depan,†katanya.
“Saya telah melihat akhir-akhir ini bahwa segala macam orang, termasuk anggota Knesset, mulai menyebarkan berita palsu, membicarakan 'vaksin berbahaya' dan mengimbau orang untuk tidak melakukan vaksinasi,†tegasnya.
“Orang-orang ini tidak bertanggung jawab. Jika Anda tidak ingin divaksin ya sudah jangan. Tetapi jangan pergi ke bidang yang Anda tidak mengerti dan tidak menyebarkan hal-hal seperti itu. Anda mungkin membuat seseorang mendengar omong kosong itu,†ujarnya.
Menkes secara tegas menyebut anggota Knesset, merujuk pada Yisrael Beytenu MK Eli Avidar dari pihak oposisi, yang pekan lalu mengatakan bahwa dia tidak akan divaksinasi.
Israel telah menerima pengiriman jutaan suntikan vaksin, dimulai dengan inokulasi Pfizer, yang telah disetujui untuk digunakan di AS oleh FDA.
Awal pekan kemarin, Kementerian Kesehatan mengatakan kepada organisasi pemeliharaan kesehatan bahwa kampanye vaksinasi Covid-19 Israel akan dimulai minggu depan, dengan anggota masyarakat umum akan mulai menerima vaksinasi pada 23 Desember.
KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR
Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24
KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq
Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01
Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31
Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02
Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur
Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06
KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47
Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14
Memutus Urat Nadi Korupsi
Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54
Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya
Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24
Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU
Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49
Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU
Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33
Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029
Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15
Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU
Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45
TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun
Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11
Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi
Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46
Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos
Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04
Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU
Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56
Selengkapnya