Berita

Webinar yang digelar oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada Senin, 14 Desember 2020/RMOL

Dunia

Infodemik Di Tengah Pandemi: Seorang Pemimpin Pun Bisa Menyebarkan Misinformasi

SENIN, 14 DESEMBER 2020 | 17:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Fenomena infodemik di tengah pandemi Covid-19 muncul dengan banyaknya misinformasi yang tersebar di antara masyarakat.

Penyebaran misinformasi sendiri bukan hanya dilakukan oleh warga net di media sosial semata, melainkan juga media massa hingga pejabat pemerintahan.

Pemimpin redaksi IDN Times, Uni Lubis mengatakan, berdasarkan data dari Dewan Pers, Indonesia memiliki 43 ribu media online, di mana belum semuanya memenuhi atau melakukan jurnalisme yang baik.


Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu pengguna media sosial terbesar di dunia.

"Jakarta adalah ibukota Twitter. Kita punya 120 juta pengguna, nomor tiga terbesar setelah India dan Amerika Serikat. Dan 26 juta pengguna Instagram," kata Uni dalam webinar yang digelar oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada Senin (14/12).

Dalam webinar bertajuk "Healthy Skepticism: Stopping the Spread of Misinformation During Covid-19" itu, Uni menuturkan, misinformasi beredar dengan mudah di Indonesia karena banyaknya media.

Hal itu juga diperburuk dengan kenyataan yang menunjukkan, pejabat pemerintahan hingga tokoh yang dianggap penting di dalam masyarakat juga terkadang ikut memercayai, serta menyebarkan misinformasi tersebut.

"Profesor, doktor, tidak menjadi jaminan mereka tidak menyebarkan misinformasi," kata Uni.

"Bahkan, satu walikota yang sangat populer menyarankan untuk meminum jus tertentu yang disebut bisa menyembuhkan Covid-19 dalam dua jam," sambung dia.

Di dunia sendiri, Uni menyoroti bagaimana Presiden AS Donald Trump mengatakan jika klorokuin dapat menyembuhkan Covid-19 meski belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya