Berita

Taiwan/Net

Dunia

Di Bawah Bayang-bayang China, Taiwan Ingin Gabung Dengan Kemitraan Trans-Pasifik

SENIN, 14 DESEMBER 2020 | 08:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taiwan berencana untuk mengajukan permohonan bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Dimuat Reuters, berdasarkan proses yang berlaku, pelamar anggota CPTP baru harus menyelesaikan pembicaraan informal dengan anggota yang sudah ada dan mencapai konsensus sebelum mengajukan proposalnya.

Kementerian Luar Negeri Taiwan pada Minggu malam (13/12) mengungkap, pihaknya juga sedang melakukan konsultasi informal dengan 11 anggota CPTPP.


Menurut kementerian, negara-negara anggota tela memahami tekad dan langkah Taiwan, serta memberikan respons yang positif.

"Setelah konsultasi informal dengan semua negara anggota selesai, kami akan secara resmi mengajukan permohonan keanggotaan sesuai dengan prosedur," tambah kementerian.

CPTPP merupakan perjanjian Trans-Pasific Partnership (TPP) yang diperbarui. Di mana TPP yang beranggotakan 12 negara kehilangan Amerika Serikat (AS) pada 2017 dengan keputusan Presiden Donald Trump.

CPTPP kemudian ditandatangani pada 2018 oleh Kanada, Australia, Brunei, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam.

Salah satu masalah yang mendasar bagi Taiwan adalah banyak negara yang enggan melakukan kesepakatan dagang dengannya karena khawatir dengan China.

Saat ini, China pun dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan keanggotaan ke CPTPP.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya