Berita

Upacara penandatanganan kesepakatan hubungan diplomatik antara Israel dan Bhutan di Kedutaan Israel di New Delhi pada Sabtu, 12 Desember 2020/Net

Dunia

Bertahun-tahun Jalin Kontak Rahasia, Israel Dan Bhutan Bangun Hubungan Diplomatik

MINGGU, 13 DESEMBER 2020 | 06:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel semakin gencar memperluas kekuatan diplomatiknya. Hanya berselang beberapa hari setelah melakukan normalisasi hubungan dengan Maroko, Israel membangun hubungan diplomatik dengan Bhutan.

Upacara penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan oleh Duta Besar Israel dan Bhutan di Kedutaan Israel di New Delhi, India pada Sabtu (12/12).

Reuters memuat, kesepakatan antara Israel dengan negara mayoritas Budha yang bertetangga dengan India itu tidak difasilitasi oleh Amerika Serikat (AS), seperti negara-negara Arab lainnya.


Pejabat Israel sendiri menyebut kesepakatan itu adalah bukti meningkatnya penerimaan Israel di mata dunia.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan kesepakatan tersebut dilakukan setelah kedua pihka melakukan kontak rahasia selama bertahun-tahun.

"Lingkaran pengakuan Israel tumbuh dan berkembang. Pembentukan hubungan antara kami dan Kerajaan Bhutan akan menjadi tonggak penting dalam memperdalam hubungan Israel di Asia," kata Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi.

"Pembentukan hubungan diplomatik (akan) menciptakan jalan baru untuk kerjasama antara kedua negara dalam pengelolaan air, teknologi, pengembangan sumber daya manusia, ilmu pertanian dan bidang lain yang saling menguntungkan," jelas dia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik perjanjian itu. Ia juga mengungkap masih ada negara lain yang ingin menjalin hubungan dengan Israel.

Bhutan bergantung pada India untuk pedoman kebijakan luar negeri dan pertahanannya sampai perjanjian persahabatan direvisi pada tahun 2007. Bhutan memelihara hubungan diplomatik dengan sekitar 53 negara.

Hanya beberapa hari sebelumnya, Kamis (10/12), Israel mengumumkan telah melakukan normalisasi hubungan dengan Maroko yang ditengahi oleh AS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya