Berita

Vaksin Covid-19/Net

Dunia

AstraZeneca Dan Sputnik V Kolaborasi Gabungkan Dua Kandidat Vaksin Covid-19

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 17:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perusahaan biofarmasi asal Inggris-Swedia, AstraZeneca telah menerima tawaran kerja sama dari Institut Gamaleya Rusia yang mengembangkan vaksin Covid-19 Sputnik V.

Keduanya dilaporkan akan bekerja sama untuk menggabungkan dua kandidat vaksin Covid-19 terdepan di dunia.

Pengumuman kerja sama itu dikonfirmasi oleh pihak Sputnik V melalui akun Twitter resminya pada Jumat (11/12).


"Babak baru kerja sama vaksin telah dimulai hari ini. Kami membuat penawaran dan AstraZeneca menerimanya," cuit akun @sputnikvaccine itu, seperti dikutip Sputnik.

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca saat ini tengah mengajukan permohonan izin penggunaan darurat (EUA) di Inggris. Tetapi Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan (MHRA) Inggris masih meneliti data uji klinis vaksin tersebut.

Baik AstraZeneca dan Sputnik V mengembangkan vaksin dengan vektor adenoviral yang mengirimkan bagian dari genom virus corona baru ke sel.

Sputnik V sendiri menggunakan adenovirus manusia, sementara AstraZeneca menggunakan adenovirus simpanse yang dimodifikasi.

Vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bersama dengan Universitas Oxford sendiri dikabarkan memiliki kemanjuran 62 persen. Sementara Sputnik V memiliki 95 persen.

Meski begitu, AstraZeneca mengungkap, vaksin AZD1222-nya telah menunjukkan kemajuran 90 persen ketika pasien secara keliru diberi setengah dosis pada suntikan pertama dan satu dosis penuh pada suntikan kedua. Namun temuan itu masih harus diuji coba lebih lanjut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya