Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Masih Kurang Efektif, Vaksin Kolaborasi Inggris Dan Prancis Tunda Peluncuran Hingga Akhir 2021

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 16:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sanofi Prancis dan GSK Inggris dalam pernyataan terbarunya pada Jumat (11/12) waktu setempat, mengatakan bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka tidak akan siap sampai akhir 2021, setelah hasil sementara menunjukkan respons kekebalan yang rendah pada orang dewasa yang lebih tua.

Sanofi dan GSK mengatakan penundaan dalam program vaksin Covid-19 berbasis protein rekombinan tambahan mereka adalah untuk meningkatkan respons kekebalan pada orang dewasa yang lebih tua.

“Ketersediaan potensial vaksin telah didorong mundur dari pertengahan 2021 hingga Q4 2021,” kata mereka dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (11/12).


Kandidat vaksin yang dikembangkan Sanofi bermitra dengan GSK ini didasarkan pada teknologi yang digunakan Sanofi untuk memproduksi vaksin influenza musiman dan agen imunologi yang dikembangkan GSK.

“Hasil sementara studi fase 1/2 menunjukkan tanggapan kekebalan yang sebanding dengan pasien yang pulih dari Covid-19 pada orang dewasa berusia 18 hingga 49 tahun, tetapi tanggapan kekebalan yang rendah pada orang dewasa yang lebih tua kemungkinan besar karena konsentrasi antigen yang tidak mencukupi,” ungkap pernyataan itu.

Perburuan vaksin menimbulkan pertanyaan seperti apakah masalah keamanan yang tidak terduga dapat muncul ketika jumlah orang yang divaksinasi bertambah menjadi jutaan dan mungkin miliaran orang.

Juga tidak diketahui apakah lebih banyak efek samping akan muncul dengan masa tindak lanjut yang lebih lama, berapa lama vaksin tetap efektif, apakah akan membatasi penularan dan bagaimana cara kerjanya pada anak-anak, wanita hamil, dan pasien dengan gangguan kekebalan.

“Kami sangat peduli dengan kesehatan masyarakat, itulah mengapa kami kecewa dengan penundaan yang diumumkan hari ini, tetapi semua keputusan kami akan dan akan selalu didorong oleh ilmu pengetahuan dan data,” kata Thomas Triomphe, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Sanofi Pasteur.

“Kami telah mengidentifikasi jalan ke depan dan tetap percaya diri serta berkomitmen untuk membawa vaksin Covid-19 yang aman dan manjur,” katanya.

Perusahaan merencanakan studi Tahap 2b yang diharapkan dimulai pada bulan Februari. Jika datanya positif, studi Fase 3 global dapat dimulai pada kuartal kedua tahun depan.

“Hasil positif dari studi ini akan mengarah pada pengajuan peraturan pada paruh kedua 2021, sehingga menunda ketersediaan potensial vaksin dari pertengahan 2021 hingga Q4 2021,” kata pernyataan itu.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya