Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Sebelum Dapatkan EUA, Vaksin Buatan Sinovac Jangan Diberikan Ke Masyarakat

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 13:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keberadaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang telah tiba di Indonesia dicermati anggota Komisi IX DPR RI, Anshory Siregar. Terutama karena vaksin asal China tersebut belum mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) atau persetujuan darurat dari BPOM.

“Emergency use authorization ini seperti visa. Tak boleh ada obat yang masuk sebelum ada emergency use authorization dari BPOM,” kata Anshory dalam rapat paripurna DPR RI, Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (11/12).

Vaksin yang diterbangkan dari China ini merupakan hasil kerjasama antara Biofarma dan Sinovac. Jumlahnya sebanyak 1,2 juta dosis.


“Karena sudah terlanjur 1,2 juta vaksin datang, tolong yang 1,8 juta dosis vaksin yang akan datang pada Januari sebelum ada izin dari Badan POM tunggulah. Ini cacat, mendatangkan vaksin ini,” katanya.

“Apalagi Turki dan Brasil sudah menyetop kerja sama dengan Sinovac,” imbuhnya.

Politikus PKS ini mendesak pemerintah menunggu hasil lisensi dari BPOM untuk vaksin Sinovac, sebelum disuntikkan ke masyarakat tahun depan.

“Jadi mohon pimpinan mengeluarkan (imbauan) kepada pemerintah agar menunggu izin dari Badan POM baru didatangkan vaksin tersebut,” tutupnya.

Untuk bisa mengeluarkan EUA, BPOM bekerja sama dengan Komisi Etik Penelitian Kesehatan dan memiliki data-data safety monitoring board untuk memastikan keamanan dan khasiat vaksin Covid-19.

Dalam hal ini, BPOM merujuk kepada standar internasional organisasi kesehatan dunia PBB (WHO) juga Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Peristiwa Anak Bunuh Diri di NTT Coreng Citra Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:38

SPPG Purwosari Bantah Kematian Siswi SMAN 2 Kudus Akibat MBG

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:20

Perdagangan Lesu, IPC TPK Palembang Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:59

Masalah Haji yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:42

Kilang Balongan Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jawa Barat

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:21

Kemenhub: KPLP Garda Terdepan Ketertiban Perairan Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:59

BMM dan Masjid Istiqlal Luncurkan Program Wakaf Al-Qur’an Isyarat

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:40

Siswa SD Bunuh Diri Akibat Pemerintah Gagal Jamin Keadilan Sosial

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:13

Menguak Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola BBM

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:59

Rencana Latihan AL Iran, China dan Rusia Banjir Dukungan Warganet RI

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:40

Selengkapnya