Berita

Kuasa hukum keluarga enam laskar Front Pembela Islam (FPI)/RMOL

Politik

Bukan Tidak Percaya Propam, Kuasa Hukum Laskar FPI Minta Komisi III DPR Bentuk TPF Independen

KAMIS, 10 DESEMBER 2020 | 16:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keluarga enam laskar Front Pembela Islam (FPI) korban penembakan di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 meminta Komisi III DPR RI untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang independen.

Permintaan itu disampaikan kuasa hukum keluarga korban, Achmad Michdan kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12).

"Saya minta supaya Komisi III segera membentuk Tim Pencari Fakta," ujar Achmad Michdan.


Achmad mengatakan, permintaan untuk membentuk TPF ini bukan berarti tidak keluarga korban tidak percaya pada Propam Polda Metro Jaya.

Menurutnya, TPF ini untuk menghindari pihak-pihak yang berkepentingan ikut campur dalam penuntasan kasus yang menimpa korban.

"Bukan berarti kita tidak percaya kepada Propam misalnya, tetapi kan yang menjadi masalah atau problem ini antara Kepolisian dan anggota masyarakat," tuturnya.

"Oleh karena itu, tentu lembaga yang lebih netral bisa memberikan keterangan objektif dan transparan. Jadi, kami meminta bahwa terhadap mendukung supaya mengungkap ini juga dilaksanakan. Misalnya, LPSK ini untuk bisa mengamankan, bisa di lokasi, kemudian pihak-pihak yang terasa bahwa bisa mengungkap," demikian Achmad.

Enam laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab yang tewas ditembak mati kini sudah dimakamkan.

Lima orang diantaranya telah dimakamkan di Pondok Pesantren Agrokultural (Markaz Syariah FPI) Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Mereka adalah Faiz Ahmad Syukur (22), Andi Oktiawan (33), M. Reza (20), Muhammad Suci Khadavi Poetra (21), dan Akhmad Sofiyan (26).

Kemudian, satu laskar FPI bernama Luthfi Hakim (24) yang juga tewas ditembak dimakamkan di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya