Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Pembuktian Eddington Membenarkan Einstein

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 08:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TEORI relativitas Albert Einstein semula menjadi bahan tertawaan para ilmuwan di seluruh dunia, terutama di Inggris yang merupakan musuh utama Jerman pada Perang Dunia Pertama. Ironis bahwa ternyata justru seorang ilmuwan Universitas Cambridge, Inggris bernama Arthur Eddington yang membuktikan kebenaran teori relativitas umum Albert Einstein.

Gerhana Total


Setelah Perang Dunia I usai, Arthur Eddington sengaja melakukan perjalanan jauh ke Pulau Principe di lepas pantai Barat Afrika untuk melakukan pengamatan langsung terhadap gerhana matahari total pada tanggal 29 Mei 1919.


Pada saat gerhana surya terjadi secara total, Eddington membuat beberapa foto beberapa bintang di kerumunan Hyades termasuk Kappa Tauri pada konstelasi Taurus di kawasan sekitar matahari.

Menurut dugaan Einstein para bintang dengan sinar cahaya yang berlalu di dekat sang Surya akan tampak agak bergeser akibat sinar mereka dilengkungkan oleh gravitional field.

Pergeseran bintang ini hanya bisa dilihat pada saat gerhana matahari total akibat sinar dahsyat sang Surya mengaburkan letak posisi para bintang.

Pembuktian Eddington membenarkan Einstein yang dipublikasikan pada tahun 1920 antusias disambut oleh masyarakat sains sebagai alternatif pemikiran Isaac Newton yang semula sempat memonopoli dunia sains .

Alam Semesta


Eksperimen Eddington diberitakan secara luas oleh media massa internasional sebagai peristiwa penting dari dunia sains. Eddington sendiri kemudian melakukan kampanye mempopulerkan teori relativitas umum Einstein yang masih merupakan bahan tertawan masyarakat sains apalagi awam sekaligus juga sebagai pertanda persahabatan antara para saintifik sedunia tanpa peduli urusan politik.

Kuliah-kuliah Eddington tentang teori relavitias umum Einstein digabungkan ke dalam buku Mathematical Theory of Relativity pada 1923, yang oleh Albert Einstein disebut sebagai “presentasi terbaik tentang teori saya”.

Sementara Ludwik Silberstein yang juga mendukung pemikiran Einstein mengklaim bahwa di dunia hanya ada tiga orang yang mengerti makna teori relavitas, yaitu Siberstein, Eddington, dan Einstein.

Meski Arthur Eddington sepenuhnya percaya Tuhan sementara Albert Einstein menganggap Tuhan tidak ada, namun jelas Arthur Eddington didukung media internasional berjasa besar dalam membuktikan secara saintifik bahwa teori relavitas umum Albert Einstein adalah benar.

Maka pemikiran Einstein menjadi landasan pemikiran fisika, astonomi dan kosmologi abad XX sampai abad XXI sebelum ada pemikiran baru lain lagi tentang alam semesta ini.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya