Berita

Menteri Sosial Juliari Batubara/Net

Politik

Agar Ada Efek Jera, Pelaku Korupsi Dana Bansos Harus Dikenai Tuntutan Maksimal

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 07:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bantuan sosial (bansos) untuk rakyat merupakan program mulia pemerintah untuk membantu warga yang mengalami krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Perbuatan korupsi yang memanfaatkan penderitaan rakyat tersebut sangat tidak bisa dibenarkan.

Begitu tegas Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pemuda Penegak Hukum (P3H) Guntur Setiawan menanggapi penetapan tersangka Menteri Sosial Juliari Batubara dalam kasus korupsi dana bansos Covid-19.

“Sungguh ironi, sebab Menteri Sosial yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam urusan kesejahteraan rakyat, malah melakukan korupsi,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (6/12).


Dalam kasus ini, P3H mendukung langkah Presiden Jokowi dalam memberantas korupsi di negeri ini.

P3H juga meminta kepada penegak hukum agar menuntut para pelaku korupsi dana bansos ini dengan tuntutan maksimal. Baik itu tuntutan seumur hidup atau hukuman mati, agar ada efek jera karena telah menyengsarakan rakyat Indonesia dalam kondisi pandemi.

“Mereka telah mengkhianati komitmen Presiden Jokowi dan memanfaatkan kondisi bangsa yang sedang dalam darurat ekonomi, terutama untuk rakyat yang terdampak Covid-19,” tutupnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya