Berita

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin/Net

Pertahanan

Atasi Narasi Benny Wenda, Azis Syamsuddin Minta Pemerintah Terus Fokus Bangun Papua

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 04:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Narasi negatif yang sengaja dimunculkan, bahwa Pemerintah Indonesia menjadikan Papua sebagai ladang uji coba harus dikikis. Ini sejalan dengan keberpihakan Pemerintah lewat Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan program lainnya.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin kepada wartawan, Minggu (6/12).

Melihat perkembangan yang terjadi, Azis Syamsuddin juga mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk terus melakukan diplomasi dengan sejumlah negara pasifik tak terkecuali Vanuatu yang begitu kuat mendukung kelompok sparatis Papua pimpinan Benny Wenda.


Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu juga mendukung penggunaan alat negara dalam rangka menjaga marwah dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini juga harus didukung oleh langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam meredam kabar bohong yang menjual kemiskinan, kemelaratan dan keterbelakangan Papua oleh kelompok separatis.

"Apa yang dilakukan Benny Wenda telah meresahkan. Perlu disikapi, baik secara hukum maupun nota diplomasi. Pasal 38 KUHP secara jelas menyebut makar suatu perbuatan. Apabila niat telah nyata dari adanya pelaksanaan seperti yang dimaksud pasal 53. Ini saja tidak cukup, waspadai pula isu-isu yang akan dimainkan kelompok separatis untuk menarik perhatian dunia," tegas Azis.

DPR, lanjutnya, juga terus mendorong segenap pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah dan masyarakat tidak terpengaruh dan terprovokasi oleh propaganda yang merongrong dkedaulatan NKRI.

"Sekali lagi kami berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan langkah Benny yang mengklaim sebagai presiden sementara Negara Republik Papua Barat (NRPB). Ini tidak bisa ditoleransi. Papua adalah NKRI," ucapnya.

Waketum DPP Partai Golkar ini juga meminta pemerintah pusat dan daerah kembali melanjutkan program pembangunan untuk Papua. Tidak terpengaruh dengan sentimen yang kini muncul.

Menurutnya, hal ini penting dilakukan sebagai resolusi di tengah situasi yang kerap memanas dan memunculkan konflik hingga korban jiwa atas gerakan yang dilakukan kelompok sparatis.

"Mereka melemparkan opini kosong tanpa data. Menjadi kewajiban Pemerintah untuk membuka data secara transparan mengenai dana untuk kesejahteraan masyarakat," tutupnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya