Berita

Foto DPO kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)/Repro

Presisi

Polisi Duga Kelompok MIT Bunuh Warga Tak Berdosa Karena Bekal Makanan Habis

RABU, 02 DESEMBER 2020 | 21:16 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menduga kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora melakukan pembuhuhan terhadap empat warga dalam satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi dikarenakan kehabisan bekal makanan.

“Istilah kami itu mereka sudah terdesak ini, karena apa? kehabisan bekal, sehingga yang terjadi dia meneror masyarakat, meminta makan dan terakhir kan akhirnya mencuri atau merampok dengan kekerasan, termasuk dengan pembunuhan. Kemudian ujung-ujungnya ambil beras,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di gedung Bareskrim, Jakarta, Rabu (1/12).

Kelompok ini, sambung Awi, kerap turun dari gunung atau hutan tempat persembunyian meraka untuk mencari bekal makanan di perkampungan warga. Awi mengungkap, warga yang melawan akan dihabisi bahkan diancam untuk tidak memberitahu Satgas Timobala terhadap jejak meraka.


Awi mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi Satgas Tinombala ialah curamnya medan pencarian berupa pegunungan dan hutan-hutan. Terlebih, kata Awi, kelompok ini telah menguasai kawasan tersebut sehingga menyulitkan Satgas untuk mendeteksi keberadaan.

“Beberapa penuturan yang tertangkap menyampaikan. Kadang-kadang Satgas lewat, jarak 10 meter 20 meter mereka tiarap sudah engga ketahuan karena memang hutan lebat,” pungkas Awi.

Sebelumnya, Mabes Polri merilis 11 nama dan foto daftar pencarian orang (DPO) kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang diduga melakukan tindak pidana terorisme

Nama-nama tersebut adalah Ali Ahmad alias Ali Kalora, Qatar alias Farel alias Anas, Askar alias Jaid alias Guru, Abu Alim alias Ambo.

Kemudian ada Nae alias Galuh alias Mukhlis, Khairul alias Irul alias Aslam, Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama, Alvin alias Adam, alias Mus’ad alias Alvin Anshori. Ada juga nama Rukli, Suhardin alias Hasan Pratama dan terakhir Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.

Dari 11 nama yang diburu oleh Satgas Operasi Tinombala, tujuh diantaranya tewas ditembak mati melalui operasi yang dilakukan.

Mereka adalah, Moh Faizal alias Namnung, Rajif Gandi Sabran alias Rajes, Udin, Ali alias Darwin Gobel, Muis Fahron alias Abdullah, Wahid alias Aan alias Bojes dan Aziz Arifin.

Berdasarkan UU 5/2018 tentang perubahan atas UU 15/2003 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU 1/2020 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU 2/2020 tentang Kepolisian Republik Indonesia dihimbau kepada para DPO agar segera menyerahkan diri kepada aparat kepolisian.

Ali Kalora juga pernah membunuh dan memutilasi warga di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 31 Desember 2019 sebelum diduga sebagai dalang dibalik pembantaian terhadap empat warga dalam satu keluarga di Desa Lembon Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat malam (27/11). Hingga saat ini, pengejaran terhadap mantan anak buah Santoso alias Abu Wardah itu terus berlanjut.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya