Berita

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dinilai masih akan tetap dukung koalisi meski Edhy Prabowo ditangkap KPK/Net

Politik

Penangkapan Menteri KKP Pukul Telak Gerindra, Gde Siriana: Prabowo Subianto Tak Akan Keluar Dari Koalisi

RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 10:46 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kabar penangkapan Menteri KKP, Edhy Prabowo, oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cukup mengejutkan publik. Edhy Prabowo ditangkap KPK atas dugaan korupsi dalam penetapan izin ekspor benih lobster.

Lebih jauh lagi, penangkapan Edhy Prabowo dinilai bakal berimbas terhadap kesolidan Partai Gerindra dalam koalisi pendukung pemerintah.

Terlebih lagi, Gerindra masih belum cukup lama ikut merasakan kekuasaan setelah menjadi rival Joko Widodo dalam Pilpres 2019.


"Jika benar ditangkap dan alat buktinya cukup, saya pikir ini pukulan telak buat Gerindra sebagai Parpol yang baru merasakan nikmatnya ada di dalam kekuasaan," ujar Direktur Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/11).

Namun demikian, Gde Siriana berpandangan, kondisi ini tak akan direspons keras oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang saat ini masih menjabat Menteri Pertahanan RI di kabinet Jokowi.

"Terkait koalisi, saya pikir Prabowo tidak responsif dengan keluar dari koalisi," imbuh Gde Siriana. "Apalagi tampaknya (dia) menikmati sekali posisinya sebagai Menhan."

Penangkapan Edhy Prabowo pun makin menambah panjang daftar politikus yang terjerat korupsi. Sehingga, menurut Gde, penangkapan Edhy Prabowo akan membuat masyarakat semakin tidak mempercayai partai politik.

"Korupsi masih nyata-nyata ada. Ada anggapan, yang tidak tertangkap itu karena tidak ketahuan KPK saja. Atau ada pelindungnya, karena 'bagi-bagi'," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya