Berita

Ketua KPK Firli Bahuri/Rep

Hukum

KPK Beri Pendidikan Antikorupsi Kepada Sembilan Partai Politik, Fokus Bidang Pengkaderan

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 13:01 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang sembilan partai politik dalam acara Forum Group Discussion (FGD) insersi Pendidikan Antikorupsi (PAK) pada partai politik.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati mengatakan, FGD ini bertujuan untuk mendorong pembangunan sistem integritas partai politik.

"Harapannya, FGD ini akan merumuskan kesepakatan dan komitmen dalam penerapan PAK pada program pengkaderan parpol mulai tahun 2021," ujar Ipi Maryati kepada wartawan, Senin (23/11).


Dalam FGD yang dipimpin oleh Ketua KPK Firli Bahuri ini dihadiri oleh tujuh sekretaris jenderal (Sekjen) atau wakil sekjen (Wasekjen) DPP parpol.

Yaitu, Ahmad Muzani dari Partai Gerindra, Johny G. Plate dari Partai Nasdem, M. Rozaq A. dari PKS, Hasto Kristiyanto dari PDIP, Rebanda B. dari Partai Demokrat, Moh. Qoyum dari PPP, dan Cucun Ahmad dari PKB.

"Selain itu, hadir Direktur Politik Dalam Negeri Kemendagri Syarmadani dan peneliti senior LIPI Moch. Nurhasim," kata Ipi.

Ipi melanjutkan, sebagai pilar utama sistem demokrasi, parpol memiliki peran strategis. Sehingga, parpol harus dikelola secara transparan, demokratis dan akuntabel, baik terkait tata kelola sumber daya manusia, pengelolaan aset dan sumber daya finansial maupun terkait manajemen partai sebagai organisasi modern.

"Karenanya, diperlukan sistem integritas parpol yang dilembagakan, agar semua perilaku, tindakan, dan pilihan politik parpol benar-benar dimaksudkan untuk melembagakan sistem demokrasi yang terkonsolidasi dan membangun tata kelola pemerintahan yang baik serta bebas korupsi," jelas Ipi.

Karena berdasarkan hasil riset KPK dan LIPI, menunjukkan sekurangnya terdapat lima faktor utama yang menyebabkan persoalan integritas partai.

"Yaitu akibat tidak adanya standar etik partai dan politisi, rekrutmen politik dan kaderisasi berjalan secara tradisional, pendanaan partai politik yang tidak transparan, dan akuntabilitas serta demokrasi internal parpol yang tidak berjalan," pungkas Ipi.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya