Berita

Momen kebersamaan Rizal Ramli dan Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Rizal Ramli: Dulu Luhut Pandjaitan Dan Saya Tim Yang Kompak Sekali

SENIN, 16 NOVEMBER 2020 | 22:11 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kinerja menteri di bidang perekonomian pernah mencatatkan kinerja yang cukup baik di masa pemerintahan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Demikian disampaikan ekonom senior Rizal Ramli saat berdiskusi bersama direktur eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal di akun YouTubenya, Senin (16/11).

Dikatakan Rizal Ramli, kala itu ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia selama kurang lebih satu tahun.


Meski jabatannya tergolong singkat, beberapa kebijakannya dianggap telah membuat ekonomi Indonesia tumbuh positif.

"Ekonomi dari minus tiga, kita naikkan 4,5. Gaji pegawai negeri, sipil, pensiunan, ABRI kita naikkan 125 persen. Gini indeks (ketimpangan) paling rendah dalam sejarah Indonesia modern," jelas Rizal Ramli.

Bahkan di masa kepemimpinanya sebagai Menko, tingkat kemiskinan berkurang hingga 5 juta hanya dalam waktu satu tahun. Jumlah tersebut disebutnya lebih baik dibanding era kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang hanya berkurang sebanyak 1 juta dalam setahun.

Prestasi tersebut diakuinya bisa dicapai karena beberapa fakor. Pertama yakni dengan tekanan yang terus dilakukannya terhadap bawahan yang juga disertai dengan beragam terobosan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah tim kerja di sektor ekonomi berjalan baik. Bahkan diakuinya, saat itu hubungannya dengan Luhut Binsar Pandjaitan yang kini menjabat Menko Kemaritiman dan Investasi sangat harmonis.

"Anak buah saya Luhut Pandjaitan (sebagai) Menko Perindustrian, Agum Gumelar, Mentan, dan sebagainya. Pada dasarnya kita satu tim yang kompak sekali, masa itu karena semua diselesaikan di level Menko, di kabinet itu udah mateng istilahnya," tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya