Berita

Ilustrasi PT Delta Djakarta Tbk,/Net

Nusantara

Anker Bir Bantah Ada Kenaikan Saham Milik Pemprov DKI

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 23:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

PT Delta Djakarta Tbk, akhirnya buka suara terkait kabar yang menyebutkan bahwa Pemerintah provinsi DKI Jakarta menambah kepemilikan saham atas Produsen Anker Bir.

Tanggapan itu merespons isu kenaikan saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di perusahaan produsen Angker Bir.

Komisaris Utama PT Delta Djakarta Tbk, Sarman Simanjorang menegaskan tak ada perubahan kepemilikan saham Pemprov DKI pada produsen Anker Bir itu.


"Yang benar dari dulu sampai sekarang saham provinsi DKI itu tidak pernah berubah di angka 26,25 persen. Dari dulu sampai sekarang. Saya juga mempertanyakan itu dari mana angkanya?" ungkap Sarman Simanjorang, Jumat (13/11).

Sebelumnya beredar kabar yang menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta resmi menambah kepemilikan saham produsen bir, PT Delta Djakarta (DLTA), per Oktober 2020.

Adapun Jumlah saham tersebut bertambah dari semula 26,25 persen menjadi 58,33 persen per Oktober 2020.

Perubahan kepemilikan saham ini diumumkan dalam situs keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengumuman perusahaan tercatat pada tanggal 9 November 2020

Terkait hal ini, Sarman sendiri mengaku tak tahu menahu soal dokumen tersebut. Namun, ia menduga ini disebabkan oleh salah ketik pihak BEI.

"Itu harus ditanyakan ke IDX, kami tidak tahu, saya takutnya (BEI) salah ketik, mungkin," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya