Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Mantan Kepala Staf Gedung Putih: Donald Trump Tidak Pernah Tidur, Dia Lincah, Dan Tidak Mau Kalah

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 06:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan kepala staf Gedung Putih, Mick Mulvaney, membenarkan bahwa Donald Trump akan mencalonkan diri lagi pada Pilpres 2024. Ia mengatakan, di balik penolakan Trump terhadap hasil pemilu 2020, Trump masih memiliki obsesi untuk pencalonannya.  

Trump secara terbuka menolak untuk menerima kekalahan dalam pemilihan pekan lalu. Timnya telah mengajukan beberapa tuntutan hukum di negara-negara bagian utama yang diduga mencurangi pemilihan dan membantu Joe Biden mengamankan kemenangannya.

Mick Mulvaney, sekutu dekat Donald Trump itu mengatakan kepada lembaga think tank Institute for International and European Affairs, bahwa Trump sendiri yang telah mengatakan keinginan pencalonan kepada dirinya.  

“Sekarang, saya pikir orang-orang mulai menyadari bahwa Donald Trump kalah. Dia mungkin (mencalonkan diri sebagai kandidat Partai Republik pada tahun 2024), dan saya beri tahu, Anda benar,” kata Mulvaney, seperti dikutip dari SCMP, Kamis (12/11).

“Saya benar-benar mengharapkan presiden (Trump) untuk tetap terlibat dalam politik dan benar-benar akan menempatkannya dalam daftar orang-orang yang kemungkinan akan mencalonkan diri pada 2024. Dia tidak suka kalah,” lanjutnya.

Trump adalah seseorang yang 'berenergi tinggi' dan mungkin akan mencalonkan diri pada tahun 2028, di mana pada saat itu dia akan berusia 82 tahun, menurut Mulvaney.

“Jangan melupakan fakta bahwa secara teknis dia akan lebih muda dari Joe Biden saat ini, pada empat tahun dari sekarang.  Cerita tentang tingkat energinya, adalah fakta bahwa dia orang yang tidak pernah tidur, dan sangat lincah," kata Mulvaney, yang saat ini menjabat sebagai utusan AS untuk Irlandia Utara.

“Itu bukan barang spin. Dia berusia 74 tahun yang sangat berenergi dan saya benar-benar berharap dia akan terlibat lebih jauh pada tahun 2024 atau 2028 jika dia kalah dalam pemilihan berikutnya. Sebenarnya ada kemungkinan bahwa Donald Trump mencalonkan diri lagi pada tahun 2028 dan Joe Biden tidak.”

Di bawah konstitusi AS, presiden hanya dapat menjabat untuk dua masa jabatan empat tahun, meskipun masa jabatan tersebut tidak harus berturut-turut.

Spekulasi tentang masa depan Trump meningkat pada hari Rabu (11/11) ketika dia mengumumkan bahwa dia ingin Ronna McDaniel melanjutkan sebagai ketua Komite Nasional Republik.

Presiden yang telah selesai masa jabatannya biasanya tidak dapat menentukan siapa yang memimpin komite utama Partai Republik, dengan satu sumber mengatakan kepada Reuters itu adalah tanda awal bahwa  Trump sudah berencana untuk mencalonkan diri lagi pada tahun 2024.

Trump menulis di akun Twitternya, bahwa ia mendukung Ronna McDaniel.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa saya telah memberikan dukungan penuh dan dukungan saya kepada Ronna McDaniel untuk terus memimpin Komite Nasional Republik (RNC). Dengan 72 JUTA suara, kami menerima lebih banyak suara daripada Presiden yang duduk dalam sejarah AS - dan kami akan menang!,” cuit Trump.

Jadi, apakah rencananya mencalonkan diri di Pilpres 2024 sebagai tanda dia sebenarnya mengakui kemenangan Joe Biden?

Populer

Lieus Sungkharisma: Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Mengingatkan Saya pada Gerakan Superiman Tahun 2003

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:45

Setelah Mengaku Diperas Bank Syariah, Jusuf Hamka Kini Dikabarkan Menyesal

Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:43

Analisis Joman, Aksi "Jokowi End Game" Diprakarsai Oleh Tiga Kelompok Ini

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:59

Di Bandung, Mahasiswa Mulai Teriak Revolusi

Rabu, 21 Juli 2021 | 19:17

Bang Yos: Makin Banyak yang Divaksin, Makin Banyak yang Terselamatkan

Rabu, 28 Juli 2021 | 16:32

Sambangi Rumah Steven, Komandan Lanud TNI AU Merauke Berikan Seekor Babi dan Beras

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:42

Sadar dengan Jebakan Utang China, Pemerintahan Baru Samoa Urungkan Proyek BRI

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:01

UPDATE

Duh, Don Adam Ungkap Dugaan Akun Medsos Sri Mulyani Pakai Uang Negara

Sabtu, 31 Juli 2021 | 15:44

Joe Biden: Apa yang Terjadi di Indonesia jika Benar 10 Tahun ke Depan Jakarta Tenggelam?

Sabtu, 31 Juli 2021 | 15:37

Menkeu Berikan Pembebasan Pajak Barang Mewah Lagi, Kini Buat Kapal Pesiar dengan Kepentingan Negara dan Wisata

Sabtu, 31 Juli 2021 | 15:22

Ogah Wajibkan Masker di Sekolah, Gubernur Florida: Itu Pilihan Orangtua

Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:59

Percepat Penyaluran BSU, Kemenaker Bantu Bukakan Rekening untuk Pekerja Penerima Bantuan

Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:54

Cegah Penularan Covid-19, Brisbane Lockdown Cepat

Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:49

Tegas, Biden Janji Tidak Akan Politisir Kerja Intelijen

Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:36

Ketua Komisi X Berharap Gresya/Apriyani Bawa Kado Indah Jelang HUT RI

Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:17

Tegaskan Keputusan Ketua DPR, Komisi IX Fraksi Gerindra: Fasilitas Isoman di Hotel Telah Dibatalkan

Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:16

Puan Warning Kondisi Pandemi RI: Belajar dari Pengalaman, Jangan Terulang Seperti Jawa-Bali Kemarin

Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:58

Selengkapnya