Berita

Ilustrasi

Politik

KPK Wanti-wanti Kepala Daerah Tak Selewengkan Bansos Untuk Pilkada, Termasuk Di NTB

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 01:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah kepala daerah diwanti-wanti untuk tidak menggunakan dana bantuan sosial untuk kepentingan calon yang berkontestasi dalam Pilkada 2020, tak terkecuali di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pada berbagai forum dan kesempatan, KPK terus mengingatkan para cakada, terlebih yang para petahana untuk tidak coba-coba memanfatkan program penyaluran bansos atau anggaran Covid dengan kepentingan pemenangan calon atau pun sanak kerabat dan konco-konco-nya (teman-temannya),” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango kepada wartawan, Kamis (12/11).

Nawawi memastikan, KPK terus memonitor penyaluran bansos dan akan menindak langsung bila terjadi penyimpangan bansos tersebut.


Senada Itu, Deputi Penindakan KPK, Karyoto juga meminta para aparat penegak hukum di daerah yang mengadakan pilkada serentak untuk terus memonitor dana-dana bansos ini.

Karyoto bahkan mengaku tengah mengusut suatu kasus yang berkaitan erat dengan bansos di salah satu daerah. Namun karena masih dalam penyelidikan, pihaknya enggan membeberkannya secara rinci.

“Kami sangat mengharapakan aparat penegak hukum di daerah, baik pihak kejaksaan maupun kepolisian. Kepolisian itu kan ada Polda, ada juga Polres-polres yang saya rasa itu masih dalam jangkauan lah," imbuhnya.

Pengusutan laporan dugaan tindak pidana korupsi kepala daerah juga dipastikan tetap dilakukan meski sejumlah daerah sedang melaksanakan proses Pilkada. Afirmasi ini disampaikan Ketua KPK, Firli Bahuri dalam pembekalan calon kepala daerah, pada Selasa kemarin (10/11).

“Hukum dan politik adalah dua rel yang berbeda. Politik pilkada sedang berlangsung, tapi bukan berarti proses penegakan hukum tak berjalan. Jangan anggap hukum berhenti di saat pilkada. Penegakan hukum tidak akan terganggu oleh pelaksanaan pilkada,” tegas Firli.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya