Berita

(kiri ke kanan) Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Indonesia, Patrick Schwind; Human Resources Director PT Mercedes-Benz Indonesia, Ester Tjiungwanara; dan Finance Director PT Mercedes-Benz Indonesia, Michael Koehler, saat merayakan 50 tahun Mercedes Benz Indonesia di area pabrik Wanaherang, Bogor/Istimewa

Otomotif

Rayakan 50 Tahun Produksi Di Indonesia, Mercedes-Benz Pamerkan Sejumlah Mobil Rakitan Lokal

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 17:01 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tahun 2020 menjadi tonggak sejarah bagi perjalanan Mercedes Benz di Indonesia. Menandai kehadiran 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia, seluruh karyawan dan petinggi perusahaan merayakannya di pabrik Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Selasa (10/11).

Perwakilan manajemen dari PT Mercedes-Benz Indonesia beserta karyawan yang bekerja di kantor dan dari rumah berpartisipasi dalam kegiatan perayaan ini.

Dalam acara ini, perusahaan juga menampilkan serangkaian kendaraan yang dirakit secara lokal di pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang. Antara lain GLE 450 4MATIC serta GLS 450 4MATIC, di mana kedua model ini mewakili segmen SUV kelas atas yang sangat sukses.


“Tahun ini merupakan tahun yang sangat spesial dari berbagai aspek, akan tetapi satu hal yang harus kita ingat adalah Mercedes-Benz merayakan 50 tahun kehadirannya di Indonesia. Selama 50 tahun, Mercedes-Benz telah memproduksi serangkaian produk kendaraan luxury di Indonesia, untuk Indonesia," ujar President Director PT Mercedes-Benz Indonesia, Patrick Schwind, Selasa (10/11).

"Kami telah menunjukkan dan membuktikan bahwa kami mampu untuk merakit dan memproduksi kendaraan luxury berkualitas tinggi di Indonesia, serta memberikan kesenangan kepada pelanggan kami dengan kendaraan mobil penumpang yang dirakit secara khusus oleh kami,” imbuhnya.

Perjalanan sejarah Mercedes-Benz di Indonesia bermula pada 1970, ditandai dengan pendirian PT German Motors Manufacturing sebagai fasilitas manufaktur dan perakitan baru untuk produk Daimler-Benz yang berlokasi di Tanjung Priok.

Pada 1973, PT German Motor Manufacturing memulai memproduksi mobil penumpang Mercedes-Benz 200, 240 D, dan 280 dari seri W 115.

Selama lima dekade ini, Mercedes-Benz telah memproduksi serangkaian produk-produk unggulan yang telah menjadi primadona di pasar mobil luxury di Indonesia.

Mulai dari segmen sedan seperti W 123 Series dan S-Class (W 126 Series), hingga G-Class (W 463). Serta model SUV seperti ML-Class (W 166 Seires), dan GL-Class (X 166).

Saat ini, PT Mercedes-Benz Indonesia memproduksi serangkaian produk-produk unggulan di Indonesia seperti C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE, serta newGLS.

Lokasi pabrik perakitan di Wanaherang sendiri didirikan pada 1978 di area seluas 42 hektar. Dan pada 2009, pabrik Mercedes-Benz Indonesia dinyatakan sebagai produsen otomotif dengan sertifikasi Eco-industri dari TÜV Rheinland, untuk memastikan tujuan dan prinsip terkait lingkungan saat proses produksinya.

“Saya ucapkan rasa terima kasih saya kepada seluruh karyawan Mercedes-Benz Indonesia. Karena kontribusi mereka kepada perusahaan selama bertahun-tahun ini sangatlah berharga. Semua hasil pencapaian yang luar biasa selama ini tak lepas dari kerjasama kita sebagai tim solid dan saya menantikan masa depan yang sukses untuk pabrik perakitan kami di Wanaherang,” tutup Patrick.

Berikut rangkaian perjalanan produk-produk Mercedes-Benz yang telah diproduksi di Indonesia:

1. Mercedes-Benz W 120 Series (1956)
2. Mercedes-Benz W 114/115 Series (1973)
3. Mercedes-Benz W 123 Series (1977)
4. Mercedes-Benz S-Class W 126 Series (1979)
5. Mercedes-Benz G-Class W 463 Series (1984)
6. Mercedes-Benz E-Class W 124 Series (1986)
7. Mercedes-Benz C-Class W 202 Series (1994)
8. Mercedes-Benz E-Class W 210 (1996)
9. Mercedes-Benz C-Class W 204 (2007)
10. Mercedes-Benz S-Class V 221 (2008)
11. Mercedes-Benz ML-Class W166 (2012)
12. Mercedes-Benz S-Class V 222 (2014)
13. Mercedes-Benz GLC X 253 (2015)
14. Mercedes-Benz GLS X166 (2020).

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya