Berita

Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri dalam webinar UNJ bertema Dialog Kebangsaan Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial/Repro

Politik

Megawati: Hubbul Wathon Minal Iman Jadi Api Semangat Mempertahankan Kemerdekaan

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 14:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hari Pahlawan bukan sekadar peringatan secara simbolik, melainkan memahami sejarah bangsa sesuai dengan fakta yang terjadi.

Hal tersebut ditekankan Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri dalam webinar bertema 'Dialog Kebangsaan Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial' yang diadakan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (10/11).

"Semangat Hari Pahlawan ini tidak hanya simbolik, tapi harus diceritakan sejarah negara kita dengan tidak ada pemutarbalikan," jelas Megawati.


Dewasa ini, ia menyebut sejarah bangsa bisa dipelajari dari banyak medium. Bukti otentik sejarah bangsa pun sudah bisa diakses di Arsip Nasional dan beberala literasi lain.

"Sehingga para pemuda kita sekarang mengerti bagaimana jalan pemikiran, bukan hanya Bung Karno saja sebagai prokamator, tapi para pemimpin bangsa yang lain," tambah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) ini.

Baginya, di Hari Pahlawan adalah momen mengajak untuk melihat perjuangan anak-anak bangsa mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diraih. Momentum mempertahankan kemerdekaan Indonesia, kata dia, digaungkan oleh para santri pada 22 Oktober 1945, dengan semangat hubbul wathon minal iman.

"Semangat hubbul wathon minal iman oleh para santri melalui revolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 menjadi api semangat bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia," kata Megawati.

Semangat inilah, lanjut dia, membawa sampai ke Surabaya, tepatnya di Hotel Yamato. Di mana para pemuda dengan gagah berani naik ke puncak gedung tertinggi, merobek warna biru pada bendera Belanda. Bendera tersisa dijadikan sang saka merah putih.

"Generasi muda mustinya mengetahui heroiknya sejarah tersebut," kisah Megawati.

Karena itu, dia mengusulkan untuk semua pihak memutarkan kembali film-film dokumenter. Tujuannya agar generasi muda sekarang bsia membayangkan bagaimana sebenarnya perjuangan para pemuda di era kemerdekaan itu.

"Sehingga anak keturunan kita tetap mengerti bahwa mengapa Hari Pahlawan ini disebut Hari Pahlawan. Terbayangkan kalau sekiranya kita merdeka itu dengan diberi? Saya kira tidak akan ada namanya pahlawan," demikian Megawati.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya