Berita

Bamlanivimab, obat antibodi Covid-19 buatan Eli Lilly/Net

Kesehatan

Efektif Untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan, AS Izinkan Penggunaan Darurat Obat Eli Lilly

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 11:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Regulator obat-obatan Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penggunaan darurat obat antibodi pertama untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Penggunaan obat eksperimental buatan Eli Lilly bernama bamlanivimab telah diizinkan oleh Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) pada Senin (9/11).

FDA menjelaskan, bamlanivimab hanya dapat digunakan untuk pasien berusia 12 tahun ke atas yang tidak memerlukan rawat inap. Lantaran obat tersebut dapat memperburuk kondisi pasien dengan gejala berat, seperti memerlukan terapi oksigen.


Obat sendiri diberikan satu kali melalui infus.

Bamlanivimab pada dasarnya mirip dengan pengobatan yang diterima oleh Presiden Donald Trump yang terinfeksi virus corona baru pada bulan lalu dari Regeneron.

Berdasarkan hasil penelitian awal, bamlanivimab dapat membantu membersihkan virus corona lebih cepat pada pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Tetapi uji coba yang dilakukan pada pasien dengan gajala parah tampak menunjukkan sebaliknya.

Para ahli mengatakan obat yang diinfuskan dapat berfungsi sebagai jembatan terapeutik untuk membantu mengelola virus sampai vaksin tersedia secara luas.

Obat tersebut adalah versi antibodi buatan laboratorium, protein darah yang dibuat tubuh untuk membantu menargetkan dan menghilangkan infeksi asing.

Seiring dengan adanya izin, pemerintah mencapai kesepakatan untuk membeli pasokan awal obat buatan Eli Lilly itu.

Sebanyak 375 juta dolar AS telah dibelanjakan untuk membeli 300 ribu botol obat bamlanivimab. Setiap botol berisi 70 miligram tetapi dosis itu terbukti tidak efektif pada hasil penelitian awal. Butuh empat kali lipat dari dosis itu untuk menunjukkan efek.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya