Berita

Presiden Joko Widodo bersama dengan Joe Biden saat masih berstatus Wapres Barack Obama/Net

Politik

Pengamat: Biden Memang Punya Concern Soal HAM, Tapi Prioritasnya Tetap Cari Untung

MINGGU, 08 NOVEMBER 2020 | 21:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penanganan wabah virus corona baru (Covid-19) akan menjadi fokus utama AS di bawah pemerintahan Joe Biden. Sebab dengan mampu mengatasi pandemi, ekonomi negeri Paman Sam akan berangsur pulih.

Demikian disampaikan Direktur Survey and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara dalam mencermati hasil Pilpres AS yang memenangkan pasangan Joe Biden-Kamala Harris dari petahana Donald Trump-Mike Pence.

"AS juga berstatus sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia yang melebihi 10 juta kasus. Apalagi penanganan pandemi Covid-19 adalah kritik terbesarnya kepada Donald Trump," jelas Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (8/11).


Tak hanya itu, penanganan pandemi juga akan menjadi penentu ekspor Indonesia ke AS.

"Fair trade menjadi opsi Biden," jelasnya.

Ia mengamini bila ada kebiasaan kerja sama yang dilakukan presiden AS dari Partai Demokrat kerap dilakukan dengan sejumlah syarat minimal, seperti dampak lingkungan, HAM, dan demokratisasi.

"Namun itu tidak akan menjadikan Biden akan punya kebijakan luar negeri yang keras terhadap negara demokrasi terbesar ketiga seperti Indonesia," tegasnya.

"Prinsip dasar yang saling menguntungkan lebih menjadi prioritas Biden untuk melihat kerja sama bilateralnya dengan Indonesia di atas pertimbangan lainnya. Biden akan bisa keras terhadap Tiongkok, Korea Utara, atau Iran, (tapi) bukan Indonesia," jelasnya.

Hal tersebut pula yang mendasari AS memperpanjang fasilitas sistem tarif GSP (pembebasan tarif bea masuk kepada negara-negara berkembang), termasuk Indonesia.

"Ini diprediksi tidak akan berubah atas dasar mutual benefit antar kedua negara. Joe Biden juga pastinya lebih suka jika Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo membeli alutsista militer AS, termasuk pesawat tempur F-35 atau F-16 ketimbang beli Sukhoi dari Rusia," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya