Berita

Fahira Idris/Net

Politik

Fahira Idris Yakin Ekonomi Pancasila Adalah Jalan Memulihkan Indonesia Di Masa Pandemi

MINGGU, 08 NOVEMBER 2020 | 20:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemulihan ekonomi Indonesia yang tengah terpuruk akibat pandemi Covid-19 sebenarnya bisa diatasi bila pemerintah benar-benar menerapkan prinsip Pancasila.

“Ekonomi Pancasila menjadi jalan memulihkan Indonesia saat ini. Muara ekonomi Pancasila itu mewujudkan pemerataan sosial. Jika kesenjangan dan ketimpangan ekonomi kecil, maka kondisi ekonomi sebuah bangsa tidak akan mudah terguncang," kata anggota MPR RI Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Minggu (8/11).

Ia menjelaskan, ekonomi Pancasila cenderung lebih tahan krisis karena membangun fondasi ekonomi rakyat yang kuat.


Selain itu, perekonomian yang disusun dengan asas kekeluargaan juga menjadi strategi menghilangkan kesenjangan dan ketimpangan yang termuat dalam Pancasila. Salah satu implementasinya adalah keberadaan koperasi yang terbukti sudah menjadi fondasi sebuah wilayah.

Nantinya, akan lahir gelombang besar usaha rakyat baik di desa maupun di perkotaan. Usaha tersebut membuka lapangan kerja dan barang atau jasa yang diproduksi dan dibeli kembali oleh masyarakat sehingga semua sisi perputaran ekonomi dirasakan rakyat.

“Negara kemudian fokus dan konsentrasi mengelola cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup rakyat, termasuk mengelola bumi, air, dan kekayaan alam yang ada di setiap jengkal Indonesia untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dengan begini mimpi Indonesia Maju bisa terwujud,” pungkas anggota DPD RI tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya