Berita

Bantuan transportasi udara BNPB untuk wisata aman bencana Labuan Bajo/Ist

Nusantara

Dukung Wisata Aman Bencana, BNPB Tempatkan Helikopter Dan Kapal Cepat Di Labuan Bajo

MINGGU, 08 NOVEMBER 2020 | 19:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program Wisata Aman Bencana Labuan Bajo menggunakan armada udara dan laut diyakini akan memperkuat kesiapsiagaan dan respons dalam menyikapi situasi krisis maupun bencana.

Sebagai bentuk dukungan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menempatkan 1 unit helikopter dan 1 kapal cepat Sea Rider di Labuan Bajo.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, bantuan tersebut merupakan perhatian pemerintah pusat atas kelancaran dan keamanan wisata prioritas di kawasan Labuan Bajo. Selain itu juga untuk mendukung penanggulangan bencana di kawasan Kabupaten Manggarai Barat dan kawasan Provinsi Nusa Tenggara Timur.


“Dalam pelaksanaanya kapal cepat Sea Rider tersebut diserahterimakan ke Basarnas daerah operasi Labuan Bajo dan helikopter diserahkan di bawah kendali Bupati c/q BPBD Kabupaten Manggarai Barat,” ujar Doni dalam siaran persnya, Minggu (8/11).

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat menyambut baik dukungan BNPB. Armada helikopter memberikan akses cepat yang mampu menjangkau wilayah-wilayah kepulauan, seperti pelayanan medis hingga pengiriman logistik di daerah yang terisolasi.

"Ini helikopter sangat membantu sekali. Respons kabupaten-kabupaten se-NTT sangat positif karena kami lakukan kegiatan lintas kabupaten se-NTT,” ujar salah satu tim BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Hans Mboeik.

Dengan bantuan tersebut, sejumlah daerah terisolasi pun diharapkan bisa mendapatkan pelayanan medis dan logistik yang selama ini menjadi kendala.

Dalam masa pandemi Covid-19, helikopter tersebut juga digunakan untuk kegiatan pengangkutan sampel swab dan alat kesehatan yang berkaitan dengan program kerja BNPB dan BPBD. Diharapkan tambahan kendaraan Sea Rider Boat bisa memaksimalkan penanggulangan bencana dan kegiatan lain untuk menunjang wisata aman bencana.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya