Berita

Carpelai/Net

Kesehatan

WHO: Sejauh Ini Mutasi Virus Corona Pada Carpelai Tak Pengaruhi Pengembangan Vaksin

MINGGU, 08 NOVEMBER 2020 | 10:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti temuan mutasi virus corona baru (SARS-CoV-2) di tubuh carpelai yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perkembangan vaksin saat ini.

Direktur Regional WHO untuk Eropa, Dr. Hans Kluge mengatakan, mutasi SARS-CoV-2 pada carpelai atau yang disebut dengan mutasi "Cluster 5" sejauh ini tidak membahayakan bagi pengembangan vaksin.

"Saat ini, tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa hal itu akan membahayakan pengembangan vaksin. Tetapi perlu diselidiki karena ini adalah kombinasi baru. 'Cluster 5' adalah elemen baru," kata Kluge dalam sebuah konferensi pers pada Sabtu (7/11).


Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan implikasi mutasi tersebut.

Sebelumnya, pada Kamis (5/11), otoritas kesehatan di Denmark melaporkan 12 kasus Covid-19 pada manusia yang disebabkan oleh strain varian spesifik terkait cerpelai SARS-CoV-2.

Semua kasus itu berada di Jutlandia Utara. Delapan di antaranya memiliki hubungan dengan industri peternakan cerpelai dan empat kasus berasal dari infeksi lokal.

Sejak Juni 2020, sebanyak 214 kasus Covid-19 pada manusia telah diidentifikasi di Denmark dengan varian SARS-CoV-2 yang terkait dengan cerpelai, termasuk 12 kasus dengan varian unik.

Strain varian khusus ini menampilkan kombinasi mutasi yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya.

Tes laboratorium yang dilakukan di Denmark menunjukkan bahwa jenis ini mungkin telah mengurangi respons antibodi SARS-CoV-2.

Tetapi temuan tersebut hanya studi pendahuluan yang membutuhkan serangkaian menyelidikan dan kolaborasi internasional.

Pemerintah Denmark sendiri memutuskan untuk membunuh semua carpelai sebagai bagian dari langkah pencegahan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya