Berita

Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif/Net

Dunia

Setelah Dari Venezuela Menlu Iran Kunjungi Kuba, Kedutaan Besar AS Bereaksi Keras

SABTU, 07 NOVEMBER 2020 | 19:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dilaporkan telah tiba di Havana untuk melakukan pembicaraan dengan Menlu Kuba Bruno Rodriguez pada Jumat (6/11) waktu setempat. Kunjungan tersebut sebagai upaya untuk memperkuat kerjasama dukungan antara kedua negara dalam menghadapi sanksi sanksi Amerika Serikat.

Surat kabar resmi Kuba Granma mengatakan bahwa pertemuan kedua pejabat tinggi itu akan menandai 'solidaritas timbal balik antara kedua negara, menghadapi pengetatan sanksi oleh pemerintah AS saat ini di negara-negara yang tidak tunduk pada keinginannya'.

Pada 2018, pemerintahan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir penting yang ditandatangani antara Iran dan kekuatan dunia tiga tahun sebelumnya dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan sebagai bagian dari kampanye 'tekanan maksimum' Washington untuk menghentikan kemampuan Teheran mengekspor minyaknya.


Sementara itu, pemerintah AS, juga telah mengumumkan lebih dari 130 langkah untuk memperkuat embargo yang dihadapi Kuba sejak 1962.

"Kuba akan mendukung penggunaan energi dan teknologi nuklir secara damai untuk berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi, dan akan mengutuk keputusan pemerintah Amerika Serikat untuk menarik diri secara sepihak dari Perjanjian Nuklir dengan Iran," lapor Granma, seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Dikatakan bahwa keputusan AS telah melanggar aturan hidup berdampingan antar negara, dan dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi stabilitas dan keamanan di Timur Tengah.

Kunjungan Zarif ke Kuba terjadi dua hari setelah dia mengunjungi Venezuela, sekutu regional lainnya yang terkena sanksi AS.

Selama di Kuba, Zarif dan Rodriguez dilaporkan akan membicarakan kemungkinan hubungan dan kerjasama komersial dengan Wakil Perdana Menteri Kuba Ricardo Cabrisas.

Kedutaan Besar AS di Havana bereaksi keras menanggapi kunjungan Zarif dengan tweet dari diplomat tinggi Washington di Amerika Latin, Michael Kozak.

“Zarif Iran dan rezim Castro memiliki banyak kesamaan: pelanggaran hak asasi manusia, otoriterisme, pencurian kekayaan Venezuela, dan penyebaran pengaruh buruk mereka ke seluruh dunia. Hubungan mereka menegaskan kurangnya legitimasi mereka," kata Kozak.

Zarif akan mengakhiri kunjungannya ke wilayah itu dengan menghadiri pelantikan presiden terpilih Bolivia Luis Arce pada hari Minggu.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya