Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Pengamat: UU Cipta Kerja Niat Baik Pemerintah, Karena Banyak Hoax Jadi Runyam

SABTU, 07 NOVEMBER 2020 | 17:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Polemik yang muncul dalam perjalanan UU Cipta Kerja terjadi akibat banyaknya hoax dan disinformasi yang beredar selama proses penyusunan.

Hal itu disampaikan pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah dalam webinar bertema 'Kontroversi Undang -Undang Cipta Kerja, Judicial Review atau Parlemen Jalanan' yang digelar DPC PERMAHI DKI Jakarta, Jumat kemarin (6/10).

"Terlihat ada niat baik pemerintah dalam penyusunan UU ini. Namun maraknya hoax dan disinformasi dalam proses penyusunan semakin membuat runyam situasi, ditambah lagi sejumlah kontroversi seperti kesalahan ketik, perubahan jumlah halaman, serta demonstrasi mahasiswa dan penolakan dari sejumlah pemimpin daerah," jelas Trubus.


Berbagai polemik juga diakuinya terjadi karena sosialisasi dan komunikasi pemerintah kepada berbagai stakeholder yang terkait dengan UU Cipta Kerja belum maksimal. Berkenaan dengan salah ketik, ia menilai hal tersebut masih bisa diperbaiki. UU Ciptaker bisa direvisi dengan melakukan proses revisi UU perubahan melalui forum resmi antara DPR dan pemerintah.

"Namun demikian, dalam proses pengujian di Mahkamah Konstitusi masih sangat dimungkinkan karena obyek hukum tersebut telah sah secara konstitusi," pungkasnya.

Dalam forum yang sama, aktivis 98 Imanuel Ebenezer mengamini ada sejumlah pasal yang perlu dikritisi agar bisa mengakomodir berbagai stakeholder. Namun pada dasarnya, UU Cipta Kerja bertujuan baik.

"Omnibus law Cipta Kerja ini bertujuan baik dalam mendorong investasi, tapi saya katakan bahwa memang terlalu terburu-buru dalam penyusunannya sehingga berbagai stakeholder, dalam hal ini kawan-kawan buruh, pelaku usaha, aktivis mahasiswa, dan LSM belum dimaksimalkan partisipasi dan keterlibatan mereka dalam realisasi UU Cipta Kerja ini," katanya.

Di sisi lain, Ketua Umum DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) DKI Jakarta, Andi Maruli menilai disinformasi dan hoax yang tersebar di tengah masyarakat karena minimnya sosialisasi dan lemahnya komunikasi pemerintah dalam menyampaikan tujuan UU Ciptaker.

"Terkait kesalahan ketik dalam UU yang sudah ditandatangani presiden bukan murni kesalahan Kementerian Sekretariat Negara. Masalah harus dilihat dari hulu, yaitu mulai dari pembahasan antara DPR dan pemerintah. Jadi pihak DPR harus juga bertanggung jawab atas kesalahan ini dan jangan menjadi Setneg sebagai kambing hitam," pungkasnya.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya