Berita

Presiden Belarusia, Aleksandr Lukashenko/Net

Dunia

Melunak, Lukashenko Siap Mengadakan Pemilihan Ulang Jika Rakyat Belarusia Menginginkannya

SABTU, 07 NOVEMBER 2020 | 14:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Belarusia kemungkinan akan membuat pemilu baru. Presiden Lukashenko mengatakan, semua keputusan ada pada rakyat Belarus. Berbicara pada upacara pembukaan jalur ketiga kereta bawah tanah Minsk pada Jumat, Lukashenko mengungkapkan beberapa memang menginginkan hal itu.

"Beberapa menuntut agar kami mengadakan pemilihan baru. Saya menjamin bahwa pemilihan baru akan berlangsung setelah Anda membuat keputusan," kata Lukashenko, seperti dilaporkan oleh kantor berita BelTA, Sabtu (7/11).
 
Lukashenko juga mengungkapkan adanya kebijakan standar ganda Barat terhadap Belarusia.


"Jerman menunjukkan keprihatinannya, kemarin parlemen mereka bahkan mengeluarkan keputusan untuk kami orang Belarusia. Tapi mereka harus menyelesaikan masalah di sekitar mereka, di Polandia. Pertanyaan lain adalah apakah mereka juga akan menuntut Amerika mengadakan pemilihan lagi?" ujar Lukashenko, seperti dkutip dari Tass.

Belarusia mengadakan pemilihan presiden pada 9 Agustus. Menurut data Komisi Pemilihan Pusat, Petahana Alexander Lukashenko menerima 80,1 persen suara. Svetlana Tikhanovskaya, yang mengumpulkan 10,12 persen, menolak untuk mengakui hasil pemilihan, melemparkan isu pemilu telah dicurangi, lalu meninggalkan Belarusia.

Protes meletus di ibu kota negara Minsk dan beberapa kota lain setelah pemilihan presiden. Kerusuhan besar terjadi berminggu-minggu meminta Lukashenko mundur.

Pihak oposisi terus mendorong rakyat Belarusia untuk melanjutkan protes sampai pemilihan baru diadakan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya