Berita

Krisna Murti/Ist

Hukum

SIDANG SURAT JALAN PALSU DJOKO TJANDRA

Kuasa Hukum: Keterangan Saksi Tak Ada Kaitan Dengan Djoko Tjandra

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 20:05 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) kembali menggelar sidang pemeriksaan saksi kasus surat jalan palsu Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Dua dari tiga terdakwa hadir langsung di ruang sidang yakni Brigjen Prasetijo Utomo dan Djoko Tjandra. Adapun agenda sidang kali ini ialah mendengarkan keterangan tiga orang saksi.

Kuasa hukum Djoko Tjandra, Krisna Murti usai sidang lanjutan itu mengatakan, dari kesaksian para saksi di persidangan, 90 persen tidak ada kaitanya langsung dengan Djoko Tjandra.


Karena sambung Krisna, dalam sidang lanjutan ini, hanya mendengarkan kesaksian bagaimana proses keluarnya surat jalan dan surat keterangan bebas Covid-19 dari Pusdokkes Polri untuk Djoko Tjandra.

"Sementara dalam hal ini klien kami dalam tahap menggunakan," imbuh Krisna di Pangadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (6/11).

Salah satu saksi yakni Dokter dari Pusdokkes Polri dr Hambek Tanubita, ia adalah dokter yang menandatangani surat keterangan sehat dan bebas Covid-19 untuk terdakwa Djoko Tjandra.

Pada persidangan itu, majelis hakim menanyakan alasan Hambek menandatangani surat keterangan sehat dan bebas Covid-19 yang dipakai terdakwa Anita Kolopaking dan Djoko Tjandra.

Hambek berdalih, saat itu dia berpikir surat tersebut mendapat atensi dari pimpinannya. Oleh karena itu, dia langsung menandatangani surat keterangan bebas Covid-19 untuk Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking.

"Tidak. Jadi saya berpikir ada atensi dari pimpinan. Kita laksanakan dan berpikir itu dari pimpinan. Karena melayani saja," balas Hambek.

Sementara saksi lainya yakni Pamin Satkes Pusdokkes Mabes Polri, Sri Rejeki Ivana Yuiawati menyampaikan alasannya membuat surat keterangan Covid-19 untuk terdakwa Djoko Tjandra.

Ia merasa takut, karena permintaan pembuatan surat Covid-19 merupakan permintaan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya