Pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin/Net
Visi misi dan sejumlah program unggulan akan dipaparkan pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin saat debat kandidat Sabtu besok (7/11).
Paslon nomor urut 4 ini telah tiba di Jakarta dan akan mengikuti debat kandidat yang disiarkan secara langsung di salah satu TV nasional. Salah satu program prioritas mereka adalah soal BPJS Kesehatan yang akan dibayarkan pemerintah Kota Makassar.
"Salah satu beban masyarakat yang akan diambil alih pemerintah jika kami terpilih adalah iuran BPJS Kesehatan masyarakat, khusus kelas III," kata None, sapaan akrab Irman YL, Jumat (6/11).
Selanjutnya adalah pelimpahan kewenangan ke tingkat RT. Pengurusan administrasi kependudukan seperti KTP, KK, dan akta Kelahiran yang biasa dilakukan di Kantor Dinas Catatan Sipil nantinya cukup dilakukan di tingkat RT.
Tidak hanya layanan administrasi kependudukan. Sejumlah perizinan juga bisa dilakukan di tingkat RT. Salah satunya, izin usaha.
"Kami akan melakukan
down sizing pemerintahan. Hal ini untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah terobosan baru, pertama di Indonesia," ujarnya.
Ia mengamini penugasan tersebut akan menambah beban kerja Ketua RT. Oleh karenanya, ketua RT akan diberi sejumlah fasilitas, antara lain upah setara UMR sebesar Rp 3,1 juta, sepeda listrik, juga tablet. Mereka juga diberi kewenangan mengangkat dua tenaga kerja untuk menangani administrasi dan operasional yang juga akan diberi upah setara UMR.
"Artinya, akan ada 10 ribu lapangan kerja baru di tingkat RT," ungkap adik bungsu Syahrul Yasin Limpo ini.
Program ketiga, bantuan dana hibah untuk warga RT sebesar Rp 15 juta - Rp 150 juta, tergantung kondisi wilayahnya. Dana hibah pembangunan ini bisa digunakan untuk pembangunan, peningkatan skill warga, hingga keamanan lingkungan di tingkat RT.
Keempat, program pendidikan Dana BOS Kota yang diperuntukkan bagi pendidikan karakter anak. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini menjelaskan, sistem pendidikan saat ini masih lebih mengutamakan kecerdasan kognitif, dibanding karakter.
"Percuma anak-anak cerdas kalau tidak menghormati orangtuanya. Percuma nilai matematikanya dapat nilai 100 kalau mereka tidak menghargai orang lain," bebernya.
Yang tak kalah penting adalah penyediaan air bersih. None memaparkan, ada sejumlah kecamatan di Kota Makassar, yang saat musim hujan kebanjiran, dan saat kemarau dilanda kekeringan. Ke depan, harga air bersih juga akan semakin mahal, sehingga perlu intervensi pemerintah untuk menyiapkan air bersih di tingkat RT.
Terakhir, adalah digitalisasi persampahan. Proses pengangkutan hingga pengolahan sampah akan dilakukan secara digital. Peraturan Walikota terkait pengelolaan sampah juga akan diterbitkan, untuk mengurangi produksi sampah masyarakat.
"Program yang kami tawarkan sangat simpel, bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga, dan bisa langsung diwujudkan. Program-program ini akan dibedah di acara debat kandidat, jadi jangan sampai terlewatkan," pungkasnya.
Selain Irman-Zunnun, ada tiga paslon lain yang akan memaparkan visi misinya dalam Pilwalkot Makassar, mereka adalah Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, Munafri Arifuddin-Rahman Bando, dan Syamsu Rizal-Fadli Ananda.