Berita

Habib RIzieq Shihab/Net

Politik

Tak Boleh Diam, Jokowi Harus Perjelas Status Rizieq Shihab Untuk Jaga Wibawa Indonesia

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 19:58 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintahan Joko Widodo disarankan mengambil peran tegas terkait dengan status imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS). Tujuannya untuk menjaga wibawa hukum Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen  dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/11).

Menurut Silaen, selama ini situasi politik nasional digaduhkan dengan pernyataan Rizieq Shihab. Padahal kata Silaen, HRS selama beberapa tahun terakhir sedang berada di Saudi Arabia.


Silaen mengaku heran, dalam posisi HRS yang berada di luar negeri tetapi masih mampu mengobok-obok situasi politik dalam negeri.

"HRS berkoar-koar di negeri orang menyerang Indonesia tapi pemerintah diam saja. Baru kali saya melihat orang yang diduga melakukan perbuatan melanggar hukum, tapi tak diapai-apain, masih bebas melenggang-kangkung pergi dan tinggal di negeri orang lalu mengobok-obok suasana kebatinan didalam negeri Indonesia," ujar Silaen.

Silaen mengusulkan pada pemerintah Indonesia segera memperjelas status HRS. Jika tidak, Silaen menilai hal itu akan menjadi tamparan keras bagi pemerintahan yang sah.

"Apa karena HRS disinyalir banyak pendukung lalu Pemerintah takut untuk memproses pelanggaran hukum yang dia lakukan? Atau kasus hukum itu tak lalu direkayasa? Cara-cara yang dilakukan oleh HRS ini menghinakan wibawa hukum Indonesia," ungkap Silaen.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya