Berita

Perbedaan suara di Georgia antara Donald Trump dan Joe Biden semakin tipis/Net

Dunia

Berhasilkah Joe Biden Rebut Georgia Dan 16 Suara Elektoralnya Dari Donald Trump?

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 10:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pertarungan sengit antara Donald Trump dan Joe Biden tengah terjadi di negara bagian kunci yang menjadi salah satu medan pertempuran, Georgia.

Perhitungan suara yang dilakukan oleh CNN Project pada Rabu (4/11) pukul 10.08 malam waktu setempat menunjukkan, sebanyak 95 persen surat suara telah dihitung.

Menuju akhir, Trump dan Biden sendiri memiliki perbedaan tipis. Sejauh ini Trump berhasil mendapatkan 49,7 persen atau 2.426.105 suara, sementara Biden memiliki 49 persen atau 2.392.805 suara.


Pertarungan di Georgia ini sangat penting karena negara bagian tersebut memiliki 16 suara elektoral yang dapat menentukan arah kemenangan kedua belah pihak.

Saat ini, Biden sudah mengumpulkan 253 suara elektoral dan Trump memiliki 213. Untuk melenggang masuk Gedung Putih, kandidat harus mendapatkan minimal 270 suara elektoral.

Pada pemilihan 2016, Georgia sendiri berhasil dikuasai oleh Trump dengan 50,4 persen, sementara Hillary Clinton berada jauh di angka 45,3 persen.

Keberhasilan Biden untuk menggalang dukungan lebih banyak dari pemilihan sebelumnya terlihat dari kepercayaan dirinya.

Seorang penasihat kampanye Biden mengatakan pihaknya senang dengan perolehan suara yang terjadi di Georgia dan akan terus mengawasinya.

Pada masa kampanye, Biden sendiri melakukan kunjungan ke negara bagian itu, di mana ia juga menggandeng Barack Obama.

Di sisi lain, tim kampanye Trump sendiri tengah berusaha untuk mempertahankan dukungan di Georgia di detik-detik penghabisan.

"Georgia adalah masalah besar," ujar salah seorang penasihat Trump.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya