Berita

Joe Biden di tengah pendukungnya/Net

Dunia

Joe Biden Dekati Kemenangan, Pendukung Trump Di Detroit Teriakkan Yel-yel "Stop The Count!"

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 08:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ribuan pendukung Joe Biden melakukan aksi di New York untuk menuntut penghitungan ketat setiap suara dalam pemilihan presiden pada Rabu (14/11) malam waktu setempat.

Aksi itu kontras dengan yang dilakukan oleh pendukung Donald Trump yang melakukan aks protes di Detroit. Republikan menuntut penghentian penghitungan suara di negara bagian utama Michigan.

Demonstran New York berlangsung damai dan berlangsung selama beberapa generasi, dengan para demonstran bergerak dari Fifth Avenue menuju Washington Square Park di jantung Greenwich Village di Manhattan.


Di kubu Demokrat di New York, para demonstran berharap, tetapi masih berhati-hati untuk kemenangan kandidat mereka Biden.

"Kami perlu menghitung setiap suara dalam pemilihan ini," kata Sarah Boyagian, bagian dari Koalisi Lindungi Hasil di balik demonstrasi yang diselenggarakan di bawah pengawasan ketat polisi, seperti dikutip dari AFP, Kamis (5/11).

"Donald Trump telah mengklaim pemilihan sebelum setiap suara dihitung dan kami mengirimkan pesan bahwa itu tidak dapat diterima," katanya.

Pendemo lain, John Fraser (47), mengatakan dia "khawatir Trump akan membatalkan pemungutan suara."

"Saya tidak yakin Biden menang, kami harus menunggu sampai semua suara dihitung," kata pengembang perangkat lunak itu, seraya menambahkan: "Saya khawatir demokrasi sedang tergantung pada benang sekarang."

Sementara itu, Protes Detroit di luar pusat pemrosesan surat suara jauh lebih tegang, menurut seorang fotografer AFP dan klip yang beredar di media sosial.

Teriakan "hentikan hitungan!" terdengar di kota Michigan - di mana media AS menyatakan Biden sebagai pemenang - ketika kampanye Trump mengumumkan gugatan untuk mencoba dan menangguhkan penghitungan suara, mengklaim timnya ditolak akses yang tepat untuk mengamati penghitungan suara.

Dengan 16 suara elektoral Michigan, Biden kini mendekati 264 - enam di bawah angka ajaib 270 yang dibutuhkan untuk memenangkan kursi kepresidenan AS, menurut proyeksi jaringan AS.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya