Berita

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono/Ist

Pertahanan

Kerap Ditembaki KKB, Polisi Kesulitan Autopsi Jenazah Pendeta Yeremia Zanambani

SELASA, 03 NOVEMBER 2020 | 20:05 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mabes Polri mengaku kesulitan melakukan autopsi jenazah Yeremia Zanambani (63), Ketua Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia Hitadipa yang tewas ditembak di Intan Jaya.
 
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan meskipun unit forensik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar bersedia dan menyanggupi untuk mengautopsi serta visum jenazah, pihaknya mendapatkan kendala lantaran tidak ada penerbangan umum yang langsung membawa jenazah ke Makassar.

Namun, harus menggunakan pesawat carter yang mendarat di Sugapa, Ibu Kota Hitadipa yang berjarak 12 kilometer dari distrik. Diperlukan juga pilot yang berani melintasi kawasan tersebut.


“Maka untuk meminimalisasikan ancaman kelompok bersenjata, kami upayakan menggunakan helikopter yang bisa langsung ke Hitadipa. Namun di sana itu lembah dan pengalaman selama ini, penerbangan di sana ditembaki oleh kelompok bersenjata,” jelas Awi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11).
 
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara polisi menemukan 13 lubang tembakan di sekitar kandang babi. Beberapa tim dibentuk untuk membongkar kematian Yeremia. Temuan-temuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa pelakunya adalah personel TNI. Bahkan Komnas HAM mengategorikan dua terduga pelaku yakni pelaku langsung dan tidak langsung.
 
Pelaku langsung, sama seperti keterangan Tim Independen Kemanusiaan untuk Intan Jaya, adalah Alpius, Wakil Danramil Hitadipa, yang kerap ditolong sang pendeta bahkan dianggapnya sebagai anak. Sementara pelaku tidak langsung adalah pihak pemberi perintah pencarian senjata yang hilang atau pencarian keberadaan gerilyawan Papua merdeka.
 
Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirkrimum) Polda Papua telah memeriksa 24 saksi. Sayangnya Awi tak merinci siapa saja yang dimintai keterangan, namun belum ada saksi potensial hingga kini.

“Sudah diperiksa 24 saksi. Hal ini juga sudah disampaikan ke Tim Gabungan Pencari Fakta yang turun ke lapangan,” ungkapnya

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya