Berita

Serangan Azerbaijan membuat 1.815 hektar hutan di Nagorno-Karabakh terbakar/Net

Dunia

Serangan Azerbaijan Buat 1.815 Hektar Hutan Di Nagorno-Karabakh Dilalap Api

SELASA, 03 NOVEMBER 2020 | 11:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Serangan Azerbaijan yang didukung oleh Turki ke Nagorno-Karabakh bukan hanya menargetkan pemukiman sipil, namun juga hutan-hutan di sana.

Mengutip Layanan Negara untuk Situasi Darurat Artsakh, Armen Press pada Selasa (3/11) mengungkap, serangan roket Azerbaijan telah memicu bencana ekologis yang menimbulkan kerusakan signifikan pada flora dan fauna.

"Layanan Negara untuk Situasi Darurat Artsakh mengambil tindakan untuk memadamkan api di tempat-tempat yang tersedia, tetapi bencana tetap akan terjadi," demikian bunyi pernyataan layanan tersebut.


Melengkapi laporan tersebut, Pembela Hak Asasi Manusia Artsakh mengungkap, sulitnya pemadaman api dilakukan karena Azerbaijan menggunakan senjata fosfor yang dilarang dalam hukum internasional.

Misi pencari fakta Ombudsman HAM Artsakh juga tengah melakukan penyelidikan atas penggunaan senjata terlarang tersebut oleh pihak Azerbaijan.

Untuk sementara, data awal menunjukkan, 1.815 hektar kawasan hutan di Nagorno-Karabakh telah terbakar, dengan potensi penyebaran api yang cepat.  

Dengan luasnya cakupan hutan yang terbakar, penduduk di wilayah tersebut pun harus menghadapi konsekuensi berbahaya jangka panjang terhadap kesehatan atas kebakaran itu.

Terlebih, pihak Armenia sendiri menuding, angkatan bersenjata Azerbaijan sengaja menargetkan hutan karena banyak penduduk sipil yang berlindung di sana.

Ombudsman menekankan bahwa pembakaran hutan yang disengaja oleh angkatan bersenjata Azerbaijan adalah kejahatan perang. Mereka juga menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah praktis untuk mengutuk kejahatan Azerbaijan dan menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya