Berita

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus/RMOL

Pertahanan

Begal Pesepeda, Sepanjang Oktober 5 Kasus Satu Pelaku Ngaku 7 Kali Beraksi

KAMIS, 29 OKTOBER 2020 | 10:46 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kasus pembegalan terhadap pesepeda di wilayah hukum Polda Metro Jaya kian mengkhawatirkan. Teranyar, kasus pembegalan menimpa seorang Perwira Menengah (Pamen) Marinir Kolonel Pangestu Widiatmoko saat bersepeda sendiri.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, sepanjang Oktober 2020, begal sepeda sudah dilaporkan berulang kali terjadi.

“Yang melapor Oktober saja ada sekitar 5 kasus. Ini kita dalami dan ada 1 kasus yang sudah ditangkap,” kata dia kepada wartawan, Kamis (29/10).


Yusri menduga aksi begal sepeda terjadi lebih dari 5 kali. Sebab, seorang pelaku yang sudah ditangkap mengaku sudah beraksi 7 kali diseluruh wilayah DKI Jakarta.

“Ada yang pengakuanya sudah 7 kali beraksi begal sepeda,” jelasnya.

Oleh karena itu, Yusri meminta kepada masyarakat yang menjadi korban pembegalan sepeda agar melapor ke kantor polisi. Sebab, hal itu akan membantu proses penyelidikan dalam rangka memgejar para pelaku.

Saat ini polisi juga telah menyebar anggota berpakaian preman untuk melalukan penjagaan di lokasi rawan begal sepeda. Serta memanfaatkan CCTV untuk proses penyelidikan.

Di sisi lain, Yusri belum bisa memastikan apakah seluruh peristiwa begal sepeda di Jakarta saling berkaitan atau dilakukan oleh kelompok yang sama.

“Kami masih dalami semuanya. Memang sedangbmarak kejadiannya,” pungkasnya.

Kolonel Pangestu Widiarmoko menjadi korban pembegalan 2 orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Peristiwa terjadi saat Pangestu sedang bersepeda di Jalan Medan Merdeka Barat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.45 WIB. Korban saat itu sedang bersepeda menuju Markas Marinir di Kwitang, Jakarta Pusat.

Setibanya di depan Gedung Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Pangestu langsung dipepet oleh 2 orang yang mengendarai sepeda motor. Pelaku langsung berusaha merebut tas gendong yang dibawa korban

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya