Berita

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus/Net

Pertahanan

Banyak Yang Mulai Lelah Hadapi Pandemi, Kepala WHO: Ini Berbahaya, Jangan Menyerah!

SELASA, 27 OKTOBER 2020 | 10:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan keprihatinannya pada sejumlah pihak yang terkesan menyerah dalam menghadapi pandemi. Ia mengatakan bahwa menyerah pada kendali pandemi virus corona adalah sesuatu yang berbahaya.

Keprihatinan Tedros datang hanya sehari setelah kepala staf Presiden AS Donald Trump Mark Meadows, mengeluarkan pernyataan terbaru terkait pandemi. Dalam pernyataannya Meadows mengatakan kepada CNN bahwa fokus pemerintah telah beralih ke mitigasi, bukan membasmi virus.

"Kami tidak akan mengendalikan pandemi. Kami akan mengontrol fakta bahwa kami mendapatkan vaksin, terapi, dan mitigasi lainnya," kata Meadows, membandingkan Covid-19 yang lebih mematikan dengan flu musiman.


"Kita tidak boleh menyerah," kata Tedros dalam pengarahan virtualnya, seperti dikutip dari AFP, Senin (26/10).

Di sisi lain Tedros mengakui bahwa setelah berbulan-bulan memerangi Covid-19, yang telah merenggut lebih dari 1,1 juta nyawa secara global, tingkat 'kelelahan pandemik' tertentu telah terjadi.

"Ini sulit dan kelelahannya nyata," kata Tedros.

"Tapi kita tidak bisa menyerah," tambahnya, mendesak para pemimpin untuk menyeimbangkan gangguan terhadap kehidupan dan mata pencaharian.

"Saat pemimpin bertindak cepat, virus bisa ditekan," tegasnya.

Sementara itu, ketika ditanya tentang komentar Meadows, kepala kedaruratan WHO Michael Ryan menegaskan bahwa meskipun mitigasi efek pandemi itu penting, upaya untuk mengalahkan virus tidak dapat ditinggalkan.

"Kita tidak boleh menyerah berusaha menekan penularan," kata Ryan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya